INDOPOSCO.ID – Penguatan program Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan sistem kurasi menjadi ajang strategi membangun ekosistem talenta nasional yang inklusif dan berkelanjutan pada 2026.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas), Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono saat diskusi bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), Minggu (1/3/2026).
Ia menuturkan, Puspresnas bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari siklus pembinaan talenta yang terintegrasi dari tahap identifikasi, pengembangan, hingga apresiasi. “Talenta tidak berhenti pada satu kompetisi,” ujarnya.
“Ini proses berkelanjutan yang harus memberi ruang bagi semua anak Indonesia,” lanjutnya.
Ia menyebut, partisipasi siswa dalam ajang Puspresnas terus meningkat. Pada 2026 peserta naik 942 ribu siswa, dari 806 ribu di 2025.
“Kenaikan ini bentuk kesadaran sekolah dan masyarakat terhadap pentingnya kompetisi sebagai sarana menemukan dan mengembangkan talenta,” terangnya.
“Peningkatan kualitas terlihat nyata di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar),” sambungnya.
Diketahui berdasarkan data Puspresnas, peningkatan literasi sains siswa di wilayah 3T bahkan lebih tinggi dibanding wilayah non-3T. Di beberapa wilayah, peningkatannya bisa mencapai 20 persen. (nas)




















