INDOPOSCO.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menuturkan, Pekan Tilawatil Quran (PTQ) ke-55 di 2026 ini bukan sekedar ajang kompetisi. Namun ada keindahan suara dan ketepatan tajwid.
“Ada spirit Al Quran bagi para pendengar (radio). Karena Al Quran kitab suci yang menjadi pedoman hidup dan budaya rakyat Indonesia,” ujar Nasaruddin di sela-sela penutupan PTQ ke-55 RRI (Radio Republik Indonesia) di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Ia berjanji akan mengembalikan muruah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) setiap tahun. Pasalnya, belakangan ini pelaksanaan MTQ diselingi STQ (Seleksi Tilawatil Quran).
“MTQ dan STQ tidak berbeda. Namun kami akan kembalikan MTQ, tidak ada lagi diselingi STQ,” katanya.
“Penyelenggaraan MTQ menjadi budaya dan pesta rakyat. Pemerintah daerah sudah berlomba-lomba mengajukan sebagai tuan rumah,” imbuhnya.
Nasaruddin berharap, pelaksanaan PTQ dapat dipertahan setiap tahun, dengan beragam varian baru. “Kami (Kemenag) siap mensupport kegiatan PTQ ini. Untuk tema tahun ini “Memperkuat Generasi Muda Qurani di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045″ sudah sesuai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini,” katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama (Dirut) Radio Republik Indonesia (RRI), I. Hendrasmo menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda berdasarkan nilai-nilai Al-Quran.
“Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PTQ ke-55 Tahun 2026 dan hari ini berada di penghujung kegiatan yang penuh makna dan keberkahan,” ujarnya.
Ia menekankan, pelaksanaan PTQ tahun ini memiliki makna mendalam, karena berlangsung pada bulan suci Ramadan. “Ramadan jadi momentum pembinaan spiritual dan penguatan iman yang selaras dengan semangat tilawah Al-Quran,” katanya.
Ia menjelaskan, tema tahun ini, “Memperkuat Generasi Muda Al-Qur’an di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045,” merupakan refleksi atas tantangan zaman. Ia menilai generasi muda saat ini menghadapi peluang besar sekaligus tantangan kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Nilai-nilai Al-Quran harus menjadi landasan utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan digital, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan berakhlak mulia,” ujarnya. (nas)




















