INDOPOSCO.ID – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali membuka akses pendidikan bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui Program Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa Sekitar Bukit Asam (BIDIKSIBA) tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kontribusi sosial di bidang pendidikan.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menyampaikan inisiatif ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujar Eko, Rabu (25/2/2026).
Melalui BIDIKSIBA, PTBA memberikan peluang bagi lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat untuk melanjutkan studi ke jenjang Diploma Tiga (D-III), khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah Ring 1 perusahaan.
“Program ini ditujukan bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang berdomisili di wilayah sekitar Unit Tanjung Enim Mining Site, Tarahan Port, Kertapati Port, Ombilin Mining Site, dan Peranap Mining Site,” tuturnya.
Untuk memastikan program tepat sasaran, PTBA menetapkan kriteria khusus bagi calon peserta, salah satunya berasal dari keluarga dengan penghasilan tidak melebihi UMR setempat. Peserta juga diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
“Selain itu, calon peserta juga diwajibkan mengisi surat pernyataan bermaterai mengenai minat dan kesungguhan mengikuti program yang disetujui oleh orang tua ataupun wali masing-masing,” tambahnya.
Pendaftaran BIDIKSIBA 2026 telah dibuka sejak 23 Februari hingga 2 Maret 2026 dan dilakukan secara daring melalui laman resmi perusahaan, https://bidiksiba.id/. Tahapan seleksi mencakup verifikasi administrasi, psikotes, pengecekan lapangan, hingga ujian Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT-UTBK).
Dengan program ini, PTBA berharap dapat mencetak lulusan terampil dari daerah sekitar operasi perusahaan sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. (rmn)




















