INDOPOSCO.ID – Sebanyak 60 lulusan SMK bakal diberangkatkan ke Malaysia melalui program SMK Go Global yang digagas oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Program itu menjadi langkah strategis pemerintah menyalurkan tenaga kerja terampil Indonesia ke pasar internasional.
Dirjen Promosi Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Kementerian P2MI Dwi Setiawan Susanto menyatakan, sejumlah lulusan SMK bakal ditempatkan di bidang manufaktur. Ia menekankan kualifikasi khusus mutlak diperlukan bagi mereka yang hendak menjadi pekerja migran.
“Nah, SMK-nya tentu SMK-SMK yang sejalan dengan bidang-bidang keahlian ini. Tapi karena mereka ini sebagai pekerja migran, tentu harus mempunyai kualifikasi yang khusus,” kata Dwi Setiawan di kantor Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Wilayah DKI Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026).
Ia mengatakan, seluruh biaya persiapan penguasaan keterampilan dan penempatan tersebut didukung melalui kerja sama dengan otoritas Malaysia.
“Semua biaya-biaya untuk keperluan persiapan kompetensi dan penempatan ini itu di-support, berkolaborasi dengan pihak negara Malaysia,” ucap Dwi Setiawan.
Menurutnya, bekerja ke luar negeri memberikan kesempatan bagi pekerja mengembangkan diri, baik melalui pengalaman kerja global maupun peningkatan kompetensi diri seperti keterampilan teknis, komunikasi, dan pendidikan.
“Jadi, mereka mendapat pengalaman, bisa pengalaman bekerja di lintas negara, di perusahaan-perusahaan yang juga tentunya perspektifnya global,” jelas Dwi Setiawan.
Lebih dari sekadar kesempatan bekerja, program ini diharapkan menjadi katalisator bagi kesejahteraan dan kompetensi yang berkelanjutan.
“Jadi mereka benar-benar pejuang pekerja migran yang sebagian hasil kerjanya itu memang untuk membangun Indonesia,” ucap Dwi Setiawan.
“Jadi kesempatan untuk belajar, menimba pengalaman, sekaligus juga membangun desanya, membangun daerahnya melalui profesi sebagai pekerja migran,” tambahnya.
Pemerintah menetapkan target penempatan pekerja migran yang signifikan pada tahun 2026, yakni sebanyak 500 ribu orang, dengan proporsi 300 ribu di antaranya diproyeksikan berasal dari lulusan SMK.(dan)









