INDOPOSCO.ID – Ketua Dewan Pakar Partai NasDem, Peter F. Gontha menyoroti, beban persepsi negatif yang masih membayangi reputasi Polri. Ia menilai pengalaman masa lalu telah memicu skeptisisme publik terhadap setiap insiden yang melibatkan aparat.
Peter mengibaratkan kondisi ini sebagai buah simalakama, sikap tegas aparat dalam menjaga ketertiban justru rentan memicu tudingan pelanggaran jika terjadi insiden di lapangan.
Namun, negara hukum tidak boleh berjalan berdasarkan reputasi masa lalu atau emosi kolektif. Proses hukum, harus bertumpu pada fakta, unsur, serta pembuktian yang objektif.
Peter menilai ada pergeseran berbahaya dari praduga tak bersalah menjadi praduga bersalah terhadap aparat. Tanpa penyelidikan mendalam, stigmatisasi dini terhadap setiap insiden hanya akan melumpuhkan ketegasan aparat dan memberi ruang bagi pelanggar hukum untuk beraksi.
“Sebaliknya, jika setiap tindakan aparat selalu dibenarkan tanpa evaluasi, maka kepercayaan publik akan semakin runtuh. Karena itu, keseimbangan menjadi kunci,” kata Peter dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Peter turut menyoroti peran pers dan opini publik dalam membentuk persepsi terhadap suatu peristiwa. Menurutnya media tidak seharusnya menghakimi sebelum proses hukum selesai, menggiring opini berdasarkan potongan video, atau membangun narasi yang memperkeruh situasi.
Namun demikian, media juga tidak boleh menutup kritik, mengabaikan dugaan pelanggaran, atau menjadi corong pembenaran tanpa verifikasi.
“Pers yang sehat adalah pers yang objektif, proporsional, dan berbasis fakta. Opini publik pun harus dibangun di atas informasi yang utuh, bukan asumsi,” jelas Peter.
Di sisi lain, Peter menekankan bahwa perbaikan reputasi Polri menuntut langkah konkret, yakni transparansi investigasi, evaluasi internal, penegakan sanksi yang adil, serta perlindungan bagi anggota yang bertugas sesuai prosedur.
“Jika kita membiarkan prasangka mendahului fakta, maka hukum akan digantikan oleh persepsi. Setiap kejadian harus dilihat secara objektif,” imbuhnya. (dan)










