INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Forum Komunikasi Publik Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) bersama komunitas dan lembaga masyarakat.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah, komunitas pendidikan, organisasi masyarakat, guru, siswa, dan orang tua dalam mendukung implementasi kebijakan prioritas pendidikan dasar dan menengah.
“Forum ini merupakan bagian dari upaya diseminasi kebijakan dan program prioritas Kemendikdasmen yang selaras dengan arah pembangunan pendidikan nasional,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti dalam keterangan, Minggu (22/2/2026).
Dalam Asta Cita, pembangunan pendidikan nasional meliputi: Penguatan pendidikan karakter dan kesehatan sekolah; Peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru; Wajib belajar 13 tahun dan pemerataan kesempatan pendidikan; Penguatan literasi, numerasi, serta sains dan teknologi; Pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan; dan Pembangunan kebahasaan dan kesastraan.
“Melalui forum ini, kami menargetkan tiga capaian utama, yaitu meningkatkan pemahaman publik mengenai program prioritas pendidikan dasar dan menengah; membangun sinergi komunitas dan lembaga masyarakat sebagai wujud partisipasi semesta; dan menguatkan dukungan masyarakat terhadap kebijakan dan program Kemendikdasmen,” ungkapnya.
Ia menuturkan, Kemendikdasmen meyakini bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh perumusan kebijakan, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dalam memahami, mendukung, dan mengawal implementasinya.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan komunitas, sambungnya, visi pendidikan bermutu untuk semua dapat diwujudkan secara berkelanjutan dan inklusif di seluruh Indonesia. “Forum ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah,” ucapnya.
“Kolaborasi dengan komunitas, organisasi masyarakat, guru, orang tua, dan pelajar adalah kunci untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” sambungnya.
Ia memastikan setiap kebijakan tidak hanya dipahami, tetapi juga didukung dan diimplementasikan secara nyata di lapangan. “Kami membuka ruang dialog yang seluas-luasnya melalui forum ini. Masukan dari komunitas dan lembaga masyarakat sangat penting agar kebijakan yang kami rumuskan benar-benar relevan dengan kebutuhan di lapangan dan berdampak nyata bagi peserta didik,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala BKHM, Anang Ristanto, menyampaikan, bahwa keberhasilan penyebarluasan informasi kebijakan dan program prioritas tidak dapat bertumpu semata pada kanal komunikasi formal Kemendikdasmen atau pemerintah.
Informasi, menurutnya, akan memiliki daya ungkit yang lebih kuat apabila melibatkan partisipasi aktif komunitas, lembaga masyarakat, dan organisasi pendidikan sebagai mitra strategis. “Oleh karena itu, kami terus memperkuat kemitraan kolaboratif melalui pelibatan komunitas dan lembaga masyarakat dalam berbagai kegiatan kementerian, seperti peluncuran program, konsolidasi nasional 2026 hingga forum koordinasi dan dialog publik,” kata Anang.
Melalui forum ini, dia berharap terbangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebijakan dan program-program prioritas Kemendikdasmen. Sekaligus menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi, masukan, serta praktik baik dari mitra masyarakat.
Diketahui, forum komunikasi publik dihadiri dari kalangan pelajar, guru, ibu rumah tangga, pengurus dan anggota komunitas/organisasi masyarakat (ormas) seperti Komunitas Kami Pengajar, Sidina Community, Komunitas Patriot Pelajar Mahasiswa, PP Persatuan Guru NU, PP ‘Aisyiyah, Forum Guru Muhammadiyah, PP Ikatan Pelajar NU, PP Ikatan Pelajar Putri NU, PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan PP Ikatan Pelajar PERSIS.
“Kehadiran para peserta dari berbagai komunitas dan lembaga masyarakat mencerminkan semangat kolaborasi lintas elemen dalam mendukung transformasi pendidikan nasional,” ucapnya. (nas)




















