INDOPOSCO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Ia memastikan seluruh program strategis pendidikan tetap berjalan dan bahkan terus diperluas. “Kalau ada anggapan MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar,” katanya.
Mu’ti menjelaskan, pada 2025 lalu, pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dengan tingkat realisasi pembangunan yang telah mencapai 93 persen.
“Di 2025 realisasi program revitalisasi sekolah mencapai 93 persen. Ini bukti komitmen negara terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan tetap kuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mu’ti menyebutkan program revitalisasi satuan pendidikan akan terus dilaksanakan dan diperluas pada 2026. Anggaran revitalisasi yang sudah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar lebih dari Rp14 triliun dan akan dialokasikan bagi 11.474 satuan pendidikan.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga berencana memberikan tambahan anggaran revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan.
“Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan,” ujar Mu’ti.
Selain revitalisasi, masih ujar Mu’ti, anggaran pendidikan juga dialokasikan secara konsisten untuk program strategis lainnya.
“Program digitalisasi pembelajaran tetap berjalan, bantuan pendidikan bagi peserta didik tidak dikurangi, dan pelatihan guru terus kami tingkatkan. Semua ini berjalan beriringan,” tuturnya.
Mu’ti memastikan anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) tidak dikurangi. Bahkan, pada 2026 akan ada tambahan PIP bagi murid Taman Kanak-Kanak (TK).
“Untuk 2026 ini akan ada (tambahan) dana PIP untuk murid TK sebanyak Rp450 ribu per tahun. Tahun ini akan kita alokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Diketahui, MBG merupakan bagian strategis dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia sekolah. Berdasarkan pemutakhiran data per 18 Februari 2026, Program MBG telah menjangkau 280.023 satuan pendidikan dengan 43,17 juta peserta didik penerima manfaat di seluruh Indonesia. (nas)




















