INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), siap menjadi offtaker utama BioCNG dari fasilitas produksi yang dikembangkan KIS Group dan AEP Group. Proyek strategis ini ditandai dengan seremoni pembangunan pabrik BioCNG di Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumat (6/2/2026).
Fasilitas BioCNG ini dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal I 2027. Pabrik akan memanfaatkan metana dari pengelolaan limbah kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent – POME) yang dihasilkan oleh PT Bina Pitri Jaya, bagian dari AEP Group. Setelah beroperasi, fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 142.450 MMBTU BioCNG per tahun dan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 70.085 ton CO2 per tahun.
“Optimasi BioCNG merupakan langkah strategis dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di berbagai sektor. PGN bersama Gagas berkomitmen untuk terus menyediakan energi yang lebih bersih dan mendorong integrasi gas bumi dengan energi baru terbarukan dalam ekosistem energi nasional. BioCNG menjadi langkah strategis PGN dalam memperluas portofolio gas rendah karbon sekaligus memperkuat fleksibilitas pasokan beyond pipeline dalam mendukung percepatan transisi energi,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, Senin (10/2/2026).
Senada, Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menegaskan kesiapan perusahaan dalam memanfaatkan BioCNG sebagai sumber energi ramah lingkungan.
“Kerja sama ini turut memperkuat kapasitas kami dalam menyediakan layanan gas bumi beyond pipeline. Kapabilitas dalam menyalurkan CNG yang kami miliki akan tetap dioptimalkan untuk menyalurkan BioCNG kepada pelanggan yang belum terjangkau jaringan pipa gas. BioCNG juga memberikan nilai tambah untuk mendukung pertumbuhan industri hijau,” ujarnya.
Sementara itu, K.R. Raghunath, Founder & CEO KIS Group, menekankan bahwa pembangunan pabrik BioCNG merupakan bukti komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
“Bersama para pemimpin industri seperti AEP Group dan PT Gagas Energi Indonesia, kami membuktikan bahwa solusi energi terbarukan berskala komersial dapat diwujudkan sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” tuturya.
Proyek BioCNG ini diharapkan menjadi model bagi pengembangan energi ramah lingkungan lainnya, sekaligus memperkuat upaya Indonesia dalam transisi menuju energi bersih dan rendah karbon. (srv)





















