INDOPOSCO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta August Hamonangan menyoroti, standar keamanan bangunan sekolah menyusul insiden robohnya tembok pembatas SMPN 182 Jakarta yang berbatasan dengan pemukiman warga.
“Peristiwa yang terjadi belum lama ini tidak bisa dianggap remeh. Kami beruntung sekali tembok itu roboh pada hari Minggu, yaitu ketika murid-murid libur dan sedang berada di rumah. Bayangkan kalau ini terjadi pada hari sekolah,” kata August dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Meski pemilik tembok sepakat membangun pagar baru yang lebih kokoh usai bermediasi dengan SMPN 182 Jakarta, August menegaskan bahwa insiden tersebut tetap harus menjadi catatan serius dan tidak boleh diabaikan.
“Bahwa ada mediasi yang kemudian disepakati oleh pemilik tembok dan pihak sekolah itu baik. Tapi ini merupakan kejadian yang terlalu serius untuk sekadar diselesaikan melalui jalur ‘damai’,” ujar August.
Ia menegaskan pentingnya meninjau kembali keamanan bangunan, yang berdekatan dengan area sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang. “Perlu ada evaluasi terhadap keamanan bangunan-bangunan di sekitar lingkungan sekolah ke depannya,” ucap politikus PSI itu.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta, melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi struktur-struktur bangunan di lingkungan sekolah-sekolah seantero ibukota.
“Berkaca dari kejadian ini, Pemprov DKI perlu melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi bangunan sekolah-sekolah yang ada,” tutur August.
“Dan lebih daripada itu, pengecekan tersebut juga harus dilakukan terhadap struktur-struktur yang dibangun berdekatan dengan lingkungan sekolah-sekolah tersebut. Ini harus dilakukan untuk menghindari kejadian seperti kemarin,” tambahnya.
Peristiwa tembok roboh di SMP Negeri 182 Jakarta, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan terjadi pada Minggu (15/2/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu karena sekolah tengah libur. (dan)










