• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Harus Utamakan Kepentingan Anak-anak, BPJS Watch Sentil Menkes Pecat Pakar Kesehatan Jantung

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 19 Februari 2026 - 23:03
in Nasional
kesehatan ilustrasi

Ilustrasi layanan kesehatan. INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – BPJS Watch mengecam pemecatan Dr. Piprim Basarah Yanuarso dan Dr. Rizky Adriansyah, para pakar kesehatan jantung anak. Pasalnya, kedua dokter ini sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia khususnya anak-anak.

“Seharusnya Menteri Kesehatan lebih bijak, dengan mengutamakan kepentingan anak-anak Indonesia, yang sedang mengalami masalah jantung,” ujar Koordinator Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar melalui gawai, Kamis (19/2/2026).

BacaJuga:

Wamenag: Penguatan Pendidikan Vokasi di Madrasah Penuhi Kebutuhan Dunia Industri

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Timboel mengatakan, para anak yang mengidap masalah jantung ini sangat membutuhkan para dokter yang dipecat tersebut. “Rakyat Indonesia lebih memilih kehadiran para dokter jantung anak ini. Mereka lebih penting dan berharga, dibandingkan dengan ego Pak Menteri yang alergi dikritik,” tegasnya.

BPJS Watch menilai kebijakan penargetan pendapatan RS Vertikal dan Pemecatan kedua dokter merupakan bentuk pengabaian asas-asas tersebut yang memang diabdikan untuk memberikan pemanfaatan, keadilan, dan kepastian hukum bagi kesehatan rakyat Indonesia.

“Kami (BPJS Watch) meminta Presiden mengganti Menteri Kesehatan agar arah kebijakan kesehatan saat ini dikembalikan, agar hak konstitusional rakyat atas pelayanan kesehatan benar-benar terimplementasi dengan layak,” tegasnya.

Sebelumya, Dokter Piprim melalui akun instagram pribadinya mengatakan telah dipecat oleh Menteri Kesehatan karena memperjuangkan independensi kolegium ilmu kesehatan anak sehingga dirinya dimutasi.

Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menanggapi pemecatan Dokter Piprim Basarah Yanuarso sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dia menjelaskan pemecatan Dokter Piprim sebagaimana penjelasan dari Direktur Utama Rumah Sakit Fatmawati karena pelanggaran disiplin berat. Ketika ditanya awak media soal pemecatan dokter spesialis jantung anak itu terkait perbedaan pendapat, Budi membantah isu tersebut

“Sudah dijelaskan Dirut (RS) Fatmawati enggak mungkin pemecatan itu enggak mungkin karena beda pendapat. Itu hanya bisa di PNS. Karena ada masalah pelanggaran disiplin berat,” katanya. (nas)

Tags: BPJS WatchMenkesPakar Kesehatan Jantung

Berita Terkait.

kemenag
Nasional

Wamenag: Penguatan Pendidikan Vokasi di Madrasah Penuhi Kebutuhan Dunia Industri

Minggu, 19 April 2026 - 17:17
Air-Minum-Dalam-Kemasan
Nasional

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Minggu, 19 April 2026 - 15:02
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 06:45
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Perkuat Riset Nasional, Kemendiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan

Minggu, 19 April 2026 - 05:14
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 04:23
miinuman
Nasional

DPR RI Soroti Risiko Bias Kebijakan Label Gizi di Pangan Siap Saji, jika Pengawasan Lemah

Sabtu, 18 April 2026 - 15:55

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.