• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemerintah Ajak Negara Sahabat dan Organisasi Internasional Berpartisipasi pada OIS 2026

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11
in Nasional
kkp

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi tingkat tinggi Ocean Impact Summit (KTT OIS) 2026 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 8-9 Juni mendatang. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak negara-negara sahabat dan organisasi internasional untuk berpartisipasi dalam konferensi tingkat tinggi Ocean Impact Summit (KTT OIS) 2026 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 8-9 Juni mendatang.

Undangan partisipasi ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Resepsi Diplomasi OIS 2026 yang diselenggarakan KKP bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara dan Danantara di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

BacaJuga:

Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

DPR Sebut Kekerasan di Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

Undangan ini juga merupakan tindaklanjut pengumuman resmi serta ajakan terbuka yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026 silam.

“Kami berharap para kepala negara, menteri, pimpinan organisasi internasional, pelaku usaha, peneliti, akademisi, inovator dan mitra pembangunan, berkumpul untuk merumuskan dan menghasilkan capaian yang konkret serta terukur pada acara Ocean Impact Summit nanti. Untuk itu pada acara ini, kami meminta dukungan para duta besar dan perwakilan organisasi internasional menyampaikan undangan Indonesia untuk menghadiri langsung Ocean Impact Summit 2026,” ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta.

Mengusung tema “Unlocking the Potential of the Blue Economy”, puncak KTT OIS 2026 membahas empat pilar penting, yakni menjadikan laut sebagai sumber makanan dan nutrisi; laut sebagai sistem energi dan infrastruktur modern; laut sebagai sistem alam yang memperkuat aksi iklim dan melidungi ekosistem; serta laut sebagai tempat untuk tata kelola yang baik, teknologi, dan ide baru.

KTT OIS diharapkan dapat memicu dan memacu percepatan berbagai kegiatan perekonomian yang memanfaatkan atau bersumber dari laut, seperti modernisasi perikanan tangkap dan budidaya berkelanjutan, penguatan industri hilir berbasis bioproduk, pengembangan energi terbarukan kelautan dan infrastruktur pelabuhan hijau, perluasan kawasan konservasi laut (MPA), dan pengembangan karbon biru, serta digitalisasi tata kelola kelautan berbasis data dan kecerdasan buatan.

“Kami juga mendorong para duta besar untuk melibatkan para pemangku kepentingan utama di negara masing-masing, khususnya investor terkemuka, pelaku sektor swasta, serta mitra strategis, agar dapat berpartisipasi aktif dalam KTT ini. Keterlibatan mereka akan sangat menentukan dalam mengkatalisasi kemitraan dan membuka peluang investasi yang nyata,” pungkas Menteri Trenggono.

Berbeda dari forum kelautan yang sudah ada sebelumnya, KTT OIS 2026 mengedepankan pendekatan berbasis aksi (action-oriented) dengan fokus pada katalisasi investasi, pengembangan inisiatif kolaboratif, serta penguatan tata kelola laut yang adaptif terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, dan transformasi digital.

“KTT OIS berbeda dengan konferensi lainnya karena menghadirkan pendanaan/investasi yang berdampak (impact) untuk laut. Misalnya bagaimana kegiatan pelayaran (shipping) dapat menjadi lebih hijau yang dilihat bukan sebagai biaya tambahan, namun peluang investasi serta bagaimana terumbu karang, lamun, rumput laut digunakan untuk pendanaan berkelanjutan melalui pemanfaatan nilai ekonomi karbon dari ekosistem karbon biru,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno yang memberikan pengantar konteks pentingnya KTT OIS 2026.

Sementara itu Duta Besar Uni Emirat Arab, Abdulla Salem Obaid Salem Aldhaheri mendukung penuh pelaksanaan OIS pertama di Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dinilainya memiliki peran penting dalam mendorong sinergi penataan dan pemanfaatan laut secara berkelanjutan untuk kepentingan bersama.

“Tentu saja saya akan mendorong UEA untuk bergabung di KTT ini. Karena saya melihat ini platform bagus yang akan mempengaruhi semua pihak yang terkait dengan lautan. Indonesia adalah negara yang tepat dalam memperkenalkan lautan di dunia, dengan mudah dan secara sistematis,” ungkapnya. (ney)

Tags: negara sahabatOIS 2026Organisasi Internasionalpemerintah

Berita Terkait.

Rooftop Wellness dengan City View di Jakarta! Morrissey Hotel Hadirkan Mat Pilates & Cooking Class Serta Cek Kesehatan Mata Gratis
Nasional

Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

Senin, 27 April 2026 - 21:30
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih, Ada Jumhur Hidayat hingga Dudung
Nasional

DPR Sebut Kekerasan di Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Senin, 27 April 2026 - 19:41
Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata
Nasional

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

Senin, 27 April 2026 - 18:04
Kolaborasi BPDP dan AKPY-STIPER Tingkatkan Daya Saing UMKM Sawit
Nasional

Dorong Daya Saing, Petani Sawit Harus Masuk Ekosistem Industri

Senin, 27 April 2026 - 17:15
Lebaran-Jawara
Nasional

Melalui Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa, Ratusan Pesilat Hadiri Lebaran Jawara Perkuat Budaya dan Jatidiri Bangsa

Senin, 27 April 2026 - 15:05
Rupiah
Nasional

Regulasi Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu Digagas, Pengamat Pertanyakan Implementasinya

Senin, 27 April 2026 - 14:44

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    1981 shares
    Share 792 Tweet 495
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    739 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.