INDOPOSCO.ID – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia memperkuat langkah pencegahan terhadap peredaran narkotika jenis baru atau new psychoactive substances (NPS) dengan meluncurkan sistem peringatan dini (early warning system) yang terintegrasi di laman resmi BNN.
Kepala Pusat Laboratorium BNN RI, Brigjen Pol. Supiyanto, menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang untuk memberikan informasi secara cepat kepada publik setiap kali ditemukan jenis NPS baru di Indonesia.
“Ini bagian dari upaya antisipasi kita. Kami sudah membuat sistem early warning system terkait NPS. Jadi, setiap ada penemuan narkoba jenis baru, akan langsung muncul peringatan di website kami agar masyarakat bisa memantau perkembangan NPS di Indonesia,” ujar Supiyanto di Kantor Pusat BNN RI, Rabu (18/2/2026).
Supiyanto menambahkan, penemuan NPS baru terjadi hampir setiap tahun. Beberapa di antaranya diproduksi di laboratorium gelap dalam negeri (clandestine lab), sementara sebagian lainnya diselundupkan dari luar negeri.
“Setiap tahun selalu ada jenis baru yang muncul. Bisa dibuat di Indonesia melalui clandestine lab, atau diselundupkan dari luar negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa hingga kini BNN telah mengidentifikasi 100 jenis NPS dari total 1.444 jenis narkoba baru yang ditemukan di Indonesia.
“Kalau sampai hari ini, dari 1.444 jenis narkoba baru yang teridentifikasi, sudah 100 di antaranya kami temukan di Indonesia. Ini di luar narkotika umum seperti ganja dan sabu,” ungkap Supiyanto. (dam)










