• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda, Yenny Wahid Ajak Masyarakat Saling Menghormati

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 17 Februari 2026 - 19:09
in Nasional
yenny

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Yenny Wahid memberikan keterangan pers saat ikut pemantauan hilal untuk menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari Jakarta. Foto: Dokumentasi pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang lebih dikenal dengan Yenny Wahid tidak mempersoalkan adanya potensi perbedaan penetapan awal Ramadan 2026 di Indonesia. Baginya, paling penting metode penetapan yang digunakan telah diyakini kebenarannya oleh masing-masing pihak.

“Perbedaan tidak masalah ya, sesuai keyakinan masing-masing, sesuai metode yang dipakai,” kata Yenny Wahid saat ikut pemantauan hilal untuk menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari Jakarta, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).

BacaJuga:

Komite III DPD RI Soroti Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Pasien Kronis Terdampak

Bukan NGO atau Aktivis, Haris Azhar Sebut Elite di Balik Isu Kudeta Presiden

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Ia menghormati kelompok yang memiliki perhitungan atau hisab sendiri dalam menetapkan awal Ramadan, meskipun hasil penetapannya berbeda.

“Tapi memang kalau mungkin ada yang memakai hitungan-hitungannya sendiri, Hisabnya sendiri, nah kemudian menentukan terjadinya Ramadan itu besok. Bagi kami sih kita menghormati saja,” ujar Yenny Wahid.

Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari Jakarta mengikuti metode Rukyatul Hilal dalam penentuan awal bulan Ramadan, hal tersebut bergantung pada keterlihatan hilal secara kasatmata maupun dengan bantuan alat canggih seperti teleskop.

“Dibantu oleh komputer. Kalau sudah terlihat kasat mata, berarti memang sudah, Afdal ini sudah bisa kita kemudian memulai bulan Ramadan,” tutur Yenny Wahid.

Sejumlah negara di Timur Tengah telah menetapkan bahwa kemungkinan awal Ramadan dimulai pada 19 Februari, namun ia mengingatkan perbedaan metode penentuan sangat dipengaruhi oleh faktor wilayah.

“Jadi, kalau misalnya kita malam ini kemudian melihat bulan, bulan baru (Ramadan), ya pasti akan mulai besok. Kalau belum terlihat, ya 19 (Februari),” jelas Yenny Wahid.

Pemerintah menggelar Sidang Isbat hari ini. Sidang akan menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi yang menentukan awal bulan puasa bagi umat Islam.

Sementara itu, ormas keagamaan Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa jatuh pada 18 Februari 2026. Maka, ada potensi perbedaan puasa antara pemerintah dan Nahdlatul Ulama dan pemerintah dengan Muhammadiyah karena metode perhitungan yang berbeda. (dan)

Tags: Puasa 2026Yenny Wahid

Berita Terkait.

Menkop: Dekopinwil Jateng Berperan Strategis Kembangkan Produk Lokal Melalui KDKMP
Nasional

Komite III DPD RI Soroti Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Pasien Kronis Terdampak

Selasa, 14 April 2026 - 22:31
Pelaku Begal Anggota Damkar Dibekuk di Hotel Kawasan Pluit
Nasional

Bukan NGO atau Aktivis, Haris Azhar Sebut Elite di Balik Isu Kudeta Presiden

Selasa, 14 April 2026 - 20:55
Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN
Nasional

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Selasa, 14 April 2026 - 20:15
Implementasi
Nasional

KKP Dukung Upaya Perlindungan Penyu di Belitong UNESCO Global Geopark

Selasa, 14 April 2026 - 15:05
KEK
Nasional

Bea Cukai Perketat Pengawasan KEK, Pastikan Fasilitas Tepat Sasaran dan Patuh Aturan

Selasa, 14 April 2026 - 14:34
purbaya
Nasional

Misi Ekonomi ke AS: Purbaya Luruskan ‘Noise’ dan Gaet Dana Global

Selasa, 14 April 2026 - 12:22

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2510 shares
    Share 1004 Tweet 628
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    893 shares
    Share 357 Tweet 223
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.