INDOPOSCO.ID – Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai banjir program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto harus dibarengi dengan kerja nyata dari para pembantunya di kabinet. Tanpa eksekusi yang solid, program-program tersebut berpotensi hanya menjadi jargon kebijakan.
“Prabowo programnya banyak, semoga hasilnya ada dan dampak programnya berkualitas bagus,” tulis Hendri Satrio melalui akun X @satriohendri, dikutip pada Senin (16/2/2026).
Hensa -sapaan Hendri Satrio- menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintahan bukan pada jumlah program yang diumumkan, melainkan pada dampak konkret yang dirasakan masyarakat.
“Bikin dan meluncurkan program itu mudah, beneran deh… tapi akankah berdampak positif buat rakyat banyak? Nah belum tentu,” ujarnya.
Menurut Hensa, situasi ini menuntut para menteri dan pejabat tinggi negara bekerja lebih serius serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berjalan efektif di lapangan.
“Program Pak Prabowo banyak, jadi anak buahnya, para pembantunya harus kerja dengan serius,” kata Hensa.
Ia juga mengingatkan para pembantu presiden agar tidak larut dalam polemik di ruang publik, terutama saling komentar terkait kebijakan kementerian lain. Hensa menyinggung perdebatan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebagai contoh dinamika yang seharusnya tidak dipertontonkan ke publik.
“Jangan berisik saling komen-komen kebijakan, program pak Prabowo itu banyak dan butuh kerja ekstra untuk mewujudkannya,” ujar dia.
Hensa menilai perdebatan terbuka di media sosial justru dapat menggerus kepercayaan publik terhadap kinerja kabinet. Ia meminta para pembantu presiden kembali fokus pada tugas dan mandat masing-masing.
“Kalau komen-komen ribut-ribut di media sosial, di ruang publik, nanti rakyat menilainya pembantu Pak Prabowo lebih sibuk komen-komen kerjaan orang lain, bukan sibuk fokus menyelesaikan, membantu Prabowo mengerjakan program-programnya dia,” ujar Hensa.
Di akhir pernyataannya, Hensa menekankan bahwa kabinet Prabowo harus mampu menunjukkan dampak nyata dari kebijakan yang telah diluncurkan.
“Jadi intinya, pembantunya tuh stop berisik, stop perang kata-kata, fokus berikan dampak terbaik, dampak positif buat program-program Prabowo,” tambahnya. (her)





















