• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Perluas Pasokan Gas Rendah Karbon, PGN Serap BioCNG KIS Group

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 15 Februari 2026 - 10:57
in Ekonomi
PBP

Direksi PGN menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan pabrik Bio-CNG di Tapung Hilir, Kampar, Riau. Foto: dok. PGN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) akan menyerap produksi Bio-Compressed Natural Gas (BioCNG) dari fasilitas yang dikembangkan KIS Group dan AEP Group di Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, mengatakan pemanfaatan BioCNG menjadi opsi strategis untuk memenuhi kebutuhan gas di berbagai sektor.

BacaJuga:

Gandeng PSG dan Manchester City, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Global

Mukena dan Jilbab UMKM Binaan PGN Catat 59 Persen Penjualan di PAS Sky Shop Kolaborasi Pertamina-Pelita Air

Wujudkan Ekosistem Pendidikan Masa Depan, Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

“BioCNG menjadi langkah strategis PGN dalam memperluas portofolio gas rendah karbon sekaligus memperkuat fleksibilitas pasokan beyond pipeline dalam mendukung percepatan transisi energi,” kata Mirza dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 14 Februari 2026.

Komitmen tersebut ditandai dalam seremoni dimulainya pembangunan pabrik BioCNG pada Jumat pekan lalu. Mirza menjelaskan, proyek ini menjadi salah satu langkah PGN memperluas pasokan gas rendah karbon sekaligus memperkuat layanan distribusi gas di luar jaringan pipa.

Fasilitas BioCNG tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal I 2027. Bahan bakunya berasal dari metana hasil pengolahan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent / POME) milik PT Bina Pitri Jaya yang berada di bawah naungan AEP Group. Saat sudah berjalan penuh, kata Mirza, pabrik itu diperkirakan mampu memproduksi sekitar 142.450 MMBTU BioCNG per tahun.

Selain memasok energi, proyek ini juga diklaim dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 70.085 ton CO2 per tahun. Sementara itu, Founder dan CEO KIS Group, K. R. Raghunath, menilai pembangunan fasilitas ini sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia. “Bersama para pemimpin industri seperti AEP Group dan PT Gagas Energi Indonesia, kami membuktikan bahwa solusi energi terbarukan berskala komersial dapat diwujudkan sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Sebelumnya, pabrik BioCNG komersial yang dibangun Knowledge Integration Services (KIS) Sustainability2 bersama Société Internationale de Plantations et de Finance (SIPEF) Group telah resmi beroperasi di areal pabrik kelapa sawit PT Tolan Tiga Indonesia, Kebun Perlabian, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Fasilitas seluas 120 meter persegi itu menjadi pabrik BioCNG pertama milik SIPEF.

Kapasitas produksinya mencapai 109.620 MMBtu per tahun, yang diklaim setara dengan pengurangan impor bahan bakar fosil dalam jumlah sama. Dengan teknologi methane capture, pabrik tersebut mampu menekan emisi hingga 54.810 ton CO2e per tahun, menjadikannya salah satu proyek pengurangan emisi berbasis limbah terbesar di Indonesia.

“Investasinya Rp 59,4 miliar. Unilever Oleochemical Indonesia menjadi pembeli utama. Pabrik ini menunjukkan teknologi modern dapat mengubah limbah menjadi energi bersih yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Raghunath, Senin, 8 Desember 2025.

Ia menyatakan kerja sama dengan SIPEF Group menjadi langkah penting, mengingat perusahaan itu telah lama mengelola limbah sawit menjadi biogas secara mandiri.

Secara keseluruhan, KIS Group telah membangun tiga pabrik BioCNG komersial di Sumatera Utara dengan total investasi Rp 187,8 miliar. Proyek tersebut menciptakan 60 lapangan kerja hijau, mengurangi sekitar 165 ribu ton emisi CO2, serta memproduksi BioMethane hingga 315.000 MMBtu per tahun untuk menekan ketergantungan pada impor bahan bakar fosil. (srv)

Tags: BioCNGPGNriau

Berita Terkait.

Man-City
Ekonomi

Gandeng PSG dan Manchester City, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:00
jilbab
Ekonomi

Mukena dan Jilbab UMKM Binaan PGN Catat 59 Persen Penjualan di PAS Sky Shop Kolaborasi Pertamina-Pelita Air

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:17
Seminar
Ekonomi

Wujudkan Ekosistem Pendidikan Masa Depan, Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27
Penyerahan
Ekonomi

Industri Sawit Makin Inklusif, BPDP Dukung Pedoman Pengarusutamaan Gender Nasional

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:36
Apresiasi
Ekonomi

Menteri Investasi dan Hilirisasi Apresiasi Pelayanan Bea Cukai Morowali untuk Industri Pengolahan Nikel

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:45
Limbah-Serbuk
Ekonomi

PLN EPI Beri Kepastian Pasar Biomassa, Dorong Investasi dan Lapangan Kerja Hijau

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:05

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3196 shares
    Share 1278 Tweet 799
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1346 shares
    Share 538 Tweet 337
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2837 shares
    Share 1135 Tweet 709
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.