INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) akan menyerap produksi Bio-Compressed Natural Gas (BioCNG) dari fasilitas yang dikembangkan KIS Group dan AEP Group di Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, mengatakan pemanfaatan BioCNG menjadi opsi strategis untuk memenuhi kebutuhan gas di berbagai sektor.
“BioCNG menjadi langkah strategis PGN dalam memperluas portofolio gas rendah karbon sekaligus memperkuat fleksibilitas pasokan beyond pipeline dalam mendukung percepatan transisi energi,” kata Mirza dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 14 Februari 2026.
Komitmen tersebut ditandai dalam seremoni dimulainya pembangunan pabrik BioCNG pada Jumat pekan lalu. Mirza menjelaskan, proyek ini menjadi salah satu langkah PGN memperluas pasokan gas rendah karbon sekaligus memperkuat layanan distribusi gas di luar jaringan pipa.
Fasilitas BioCNG tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal I 2027. Bahan bakunya berasal dari metana hasil pengolahan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent / POME) milik PT Bina Pitri Jaya yang berada di bawah naungan AEP Group. Saat sudah berjalan penuh, kata Mirza, pabrik itu diperkirakan mampu memproduksi sekitar 142.450 MMBTU BioCNG per tahun.
Selain memasok energi, proyek ini juga diklaim dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 70.085 ton CO2 per tahun. Sementara itu, Founder dan CEO KIS Group, K. R. Raghunath, menilai pembangunan fasilitas ini sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia. “Bersama para pemimpin industri seperti AEP Group dan PT Gagas Energi Indonesia, kami membuktikan bahwa solusi energi terbarukan berskala komersial dapat diwujudkan sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Sebelumnya, pabrik BioCNG komersial yang dibangun Knowledge Integration Services (KIS) Sustainability2 bersama Société Internationale de Plantations et de Finance (SIPEF) Group telah resmi beroperasi di areal pabrik kelapa sawit PT Tolan Tiga Indonesia, Kebun Perlabian, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Fasilitas seluas 120 meter persegi itu menjadi pabrik BioCNG pertama milik SIPEF.
Kapasitas produksinya mencapai 109.620 MMBtu per tahun, yang diklaim setara dengan pengurangan impor bahan bakar fosil dalam jumlah sama. Dengan teknologi methane capture, pabrik tersebut mampu menekan emisi hingga 54.810 ton CO2e per tahun, menjadikannya salah satu proyek pengurangan emisi berbasis limbah terbesar di Indonesia.
“Investasinya Rp 59,4 miliar. Unilever Oleochemical Indonesia menjadi pembeli utama. Pabrik ini menunjukkan teknologi modern dapat mengubah limbah menjadi energi bersih yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Raghunath, Senin, 8 Desember 2025.
Ia menyatakan kerja sama dengan SIPEF Group menjadi langkah penting, mengingat perusahaan itu telah lama mengelola limbah sawit menjadi biogas secara mandiri.
Secara keseluruhan, KIS Group telah membangun tiga pabrik BioCNG komersial di Sumatera Utara dengan total investasi Rp 187,8 miliar. Proyek tersebut menciptakan 60 lapangan kerja hijau, mengurangi sekitar 165 ribu ton emisi CO2, serta memproduksi BioMethane hingga 315.000 MMBtu per tahun untuk menekan ketergantungan pada impor bahan bakar fosil. (srv)




















