INDOPOSCO.ID – Indonesian Petroleum Association (IPA) memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik melalui program IPA Goes to Campus di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan IPA Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 dan menegaskan peran generasi muda dalam menjawab tantangan transisi energi serta mendukung optimalisasi sektor hulu migas.
Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, menyampaikan apresiasi atas dukungan universitas dalam program Youth@IPAConvex. “Atas nama Dewan Direksi IPA dan Panitia IPA Convex 2026, kami berterima kasih atas partisipasi UGM. Kehadiran kami melalui program IPA Goes to Campus merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri energi,” ujar Marjolijn di UGM, Jumat (13/2/2026).
Marjolijn menambahkan, IPA Convex 2026 yang akan digelar pada 20–22 Mei di ICE BSD Tangerang menandai penyelenggaraan ke-50 dengan tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth.” Program Youth@IPAConvex kembali dihadirkan melalui agenda seperti Student Showcase, Student Visit, hingga forum interaksi mahasiswa dengan pelaku industri energi global.
Wakil Ketua Komite Gas & LNG, Diwya Satwika Paramartha, menyoroti peran strategis gas bumi sebagai jembatan transisi energi. “Indonesia masih memiliki potensi gas bumi yang sangat besar, dan sejumlah temuan lapangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah gas bumi. Pengembangan sektor ini membutuhkan kolaborasi multidisiplin dan keterlibatan generasi muda,” jelas Diwya.
Selain UGM, IPA juga mengunjungi UPN Veteran Yogyakarta. Anggota Komite Eksplorasi IPA, Feriyanto, menjelaskan eksplorasi minyak dan gas menghadapi tantangan semakin kompleks karena karakteristik lapangan yang lebih dalam dan bertekanan tinggi. “Kondisi ini menuntut peningkatan inovasi serta kesiapan sumber daya manusia agar pengembangan energi tetap efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Prof. Ali Awaludin, menyambut positif kolaborasi ini.
“Kami menjadikan isu transisi energi dan keberlanjutan sebagai fokus pengembangan riset. Sinergi dengan IPA memberi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami tantangan industri,” kata Ali.
Prof. Ali berharap kegiatan ini memperkuat jembatan antara akademisi dan pelaku industri serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor energi nasional yang lebih berkelanjutan. “Kolaborasi ini penting untuk menyiapkan talenta adaptif yang siap menghadapi dinamika global di industri energi,” tambahnya. (rmn)




















