INDOPOSCO.ID – Universitas Terbuka (UT) bakal menjadi riset menjadi keunggulan kampus dengan sistem pembelajaran daring tersebut. Untuk mewujudkan langkah ini, UT terus meningkatkan anggaran dana riset.
“Kalau anggaran untuk penelitian (riset) sudah dialokasikan Rp63 miliar. Kenapa tidak bisa ditingkatkan menjadi Rp100 miliar,” ujar Rektor UT Prof Ali Muktiyanto kepada INDOPOSCO.ID, Jumat (13/2/2026).
Dengan peningkatan anggaran untuk riset tersebut, menurut Ali, periset tidak lagi main riset yang receh-receh. Apalagi penelitian menjadi pilar kedua dalam perguruan tinggi.
“Kami ingin periset jangan main riset yang receh-receh. Tapi riset-riset yang bisa sejahterakan masyarakat,” terangnya.
Ke depan, masih ujar Ali, UT juga akan memberikan insentif bagi para profesor yang serius mengawal penelitian. Baik itu mulai menelorkan ide, mencari rujukan, metode hingga hasil penelitian.
“Ketika terpublikasi kami berikan insentif kepada profesor sebesar 10 persen dari nilai penulis (artikel),” katanya.
Ia menyebut, saat ini UT telah memiliki 20 paten hasil riset dan 5 di antaranya akan dihilirisasi. Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) UT Prof Dewi Artati Padmo Putri menambahkan, 5 paten yang akan dihilirisasi dari bidang pangan hingga teknologi.
“Yang akan dihilirisasi itu di antaranya riset kulit durian untuk membuat deodoran. Lalu ada mesin pengeringan batik yang cukup 10 menit, biasanya proses 2 hari untuk pengeringan dan beberapa hasil riset pangan,” bebernya.
Ia menuturkan, petan menjadi pekerjaan rumah (PR) pada hasil riset di tahun-tahun sebelumnya. Sehingga orientasi penelitian berhenti pada hasil riset saja, tanpa dihilirisasi.
“Saat kami mendapatkan pendampingan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), hasil riset berhasil kami patenkan bahkan kami hilirisasi,” ujarnya. (her)




















