INDOPOSCO.ID – Pemerintah menargetkan penciptaan 500 ribu tenaga kerja terampil di sektor pengelasan dan perhotelan untuk mengisi pasar internasional. Program itu menjadi salah satu agenda quick win guna mendongkrak daya saing SDM nasional di kancah global.
Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) mendukung target pemerintah mengirimkan ratusan ribu tenaga kerja terampil ke luar negeri. Dukungan itu sejalan dengan fokus utama kampus tersebut di bidang pendidikan perhotelan dan pariwisata.
“Nah, pas banget. Kita itu membutuhkan (tenaga kerja terampil) 500 ribu. Hospitality itu penting sekali membuat anak-anak itu terjun ke dunia industri,” kata Rektor IPTI Dr. Ariani Kusumo Wardhani usai peresmian kampus IPTI di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).
Namun, jumlah lulusan pendidikan vokasi di bidang pariwisata dan perhotelan belum terlalu banyak, sehingga masih jauh dari target pemerintah terkait pengiriman tenaga kerja terampil tahun ini.
Oleh karena itu, kesempatan terbuka lebar bagi mahasiswa jurusan tersebut. Fokus utama pendidikan vokasi ini adalah memberikan keahlian terapan dan pengalaman praktis yang dibutuhkan industri secara langsung.
“Sekolah tinggi yang dimiliki pemerintah untuk pariwisata itu lulusannya hanya 4.000. Jadi tetap masih butuh dan ini adalah salah satu peluang membantu pemerintah untuk memberangkatkan lulusan (perhotelan) dan mencapai target tersebut,” jelas Ariani Kusumo Wardhani.
Menurutnya, selain mencetak lulusan yang mampu bersaing di kancah internasional, para akademisi juga berperan penting dalam memberikan saran strategis kepada pemerintah dan industri guna memperkuat sektor pariwisata domestik.
Saat ini, pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah negara di bidang pendidikan perhotelan guna meningkatkan kualitas lulusan agar memenuhi standar global.
“Kerja sama dengan Swiss, Malaysia, Inggris. Jepang masih penjajakan. Jepang memang menawarkan yang dibutuhkan dari perhotelan dan tourism, mereka membuka peluang,” imbuh Ariani Kusumo Wardhani.
Pemerintah menargetkan mengirimkan 500.000 tenaga kerja terampil ke luar negeri mulai tahun ini. Fokus pengiriman mencakup tenaga kerja dengan keahlian khusus seperti tukang las, bidang perhotelan, dan perawat. (dan)




















