INDOPOSCO.ID – Sebanyak 100 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sektor kuliner di Kota Pariaman, Sumatera Barat, yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025 mendapatkan bantuan peralatan produksi usaha dari Bank Indonesia (BI) dan Kementerian UMKM.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia dan Kementerian UMKM,” kata Wali Kota Pariaman Yota Balad saat penyaluran bantuan tersebut di Pariaman, Senin (9/2/2026).
Ia mengatakan bantuan yang diterima oleh pelaku UMKM tersebut dapat memastikan rantai produksi para pelaku usaha kuliner dan rumah tangga yang sempat terhenti akibat kerusakan peralatan dapat segera berjalan kembali.
Ia menyampaikan berapa berartinya bantuan tersebut bagi Pariaman karena daerah itu dikenal dengan semangat kemandirian ekonominya yang digerakkan oleh sektor UMKM.
Namun, lanjutnya, bencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu tidak saja berdampak terhadap hunian warga tetapi juga bagi keberlangsungan usaha UMKM sebab banyak alat produksi yang rusak atau hilang sehingga menyebabkan aktivitas ekonomi sempat terhenti.
“Bencana banjir memang memberikan dampak signifikan pada sektor ekonomi Pariaman. Namun, pemulihan mental adalah pondasi utama sebelum kita melakukan pemulihan bisnis,” katanya.
Oleh karena itu, pada saat penyaluran para pelaku UMKM yang mendapatkan bantuan tersebut juga menjalani program trauma healing atau pemulihan psikologis dan emosional.
Adapun bentuk bantuan peralatan produksi usaha yang diterima oleh pelaku UMKM di Pariaman yaitu kompor gas, tabung gas beserta isi, dan regulator.
Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Peran Dunia Usaha, Industri, dan Dunia Pendidikan, Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM RI Rokhmat Rahantyo mengatakan bantuan tersebut merupakan arahan dari Presiden agar seluruh pihak harus ikut membantu masyarakat yang terdampak banjir.
“Jadi kegiatan ini dilaksanakan sesuai arahan Pak Presiden, kita harus turun semua dengan segala sumber daya yang ada,” katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dalam upaya memberikan bantuan tersebut pihaknya tidak sendiri namun juga didukung oleh banyak pihak mulai dari perbankan, dunia usaha, industri dan dunia pendidikan.
Kementerian tersebut tidak saja memprogramkan pemulihan psikologis dan emosional untuk pelaku usaha namun juga dunia usaha serta melakukan pendampingan, ujar dia. (ney)





















