INDOPOSCO.ID – Upaya menumbuhkan literasi kepabeanan dan cukai di kalangan generasi muda terus diperkuat melalui sinergi Bea Cukai dengan dunia pendidikan. Lewat berbagai program edukatif yang menyasar siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan di sejumlah daerah, Bea Cukai aktif memperkenalkan peran dan fungsinya sekaligus membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program edukasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada pelajar, mulai dari kewaspadaan terhadap peredaran barang ilegal, pengenalan aturan perdagangan internasional, hingga pemanfaatan fasilitas kepabeanan dan cukai yang disediakan negara untuk mendukung pendidikan, riset, dan perekonomian nasional.
Di Pangkalpinang, Bea Cukai setempat melaksanakan sosialisasi kepabeanan dan cukai kepada guru serta peserta didik SMK Negeri 1 Pangkalpinang pada Senin (2/2/2026) melalui amanat pembina upacara bendera.
Kepala Subbagian Umum Bea Cukai Pangkalpinang, Elfirman Yusuf, menegaskan bahwa pemahaman kepabeanan sejak usia sekolah menjadi fondasi penting bagi terbentuknya generasi yang sadar hukum.
Menurutnya, edukasi ini membantu pelajar mengenal peran Bea Cukai dalam melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal, mengawasi lalu lintas impor dan ekspor, serta mendukung penerimaan negara sebagai salah satu pilar perekonomian nasional.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala SMK Negeri 1 Pangkalpinang, Dra. Kurnia Pratiwi, yang menilai edukasi kepabeanan memberi wawasan nyata tentang peran negara sekaligus menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan kepatuhan terhadap aturan sejak bangku sekolah. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan sebagai bekal siswa memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
Edukasi serupa juga digelar di Semarang. Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY menerima kunjungan edukatif dari SMK Negeri Nusawungu pada Rabu (28/1/2026). Melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta pengenalan lingkungan kerja, para siswa memperoleh gambaran langsung mengenai mekanisme pengawasan barang dan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai.
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, R Megah Andiarto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen membangun kesadaran hukum sejak dini sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri.
Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga memberi pemahaman kontekstual tentang dunia kerja di instansi pemerintah.
Sementara itu di Padang, Bea Cukai Teluk Bayur menyelenggarakan program School Goes to Customs bagi siswa SD Islam Al-Azhar 32 Padang pada Rabu (28/1/2026) di Aula KPPN Padang.
Kepala Bea Cukai Teluk Bayur, Suryana, S.E., menegaskan bahwa edukasi sejak dini membantu siswa memahami alur perdagangan internasional serta mengenal fasilitas pembebasan bea masuk untuk kepentingan pendidikan dan penelitian.
Selain pengenalan tugas dan fungsi Bea Cukai, para siswa juga dibekali pemahaman mengenai ketentuan barang penumpang, konsep larangan dan pembatasan, serta kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.
Kegiatan semakin menarik dengan kolaborasi Balai Laboratorium Bea dan Cukai Kelas II Medan melalui eksperimen sains interaktif.
Rangkaian kegiatan di berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa sinergi Bea Cukai dan dunia pendidikan menjadi sarana strategis edukasi publik.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan aplikatif, pelajar dibekali pengetahuan hukum, etika perdagangan, serta kesadaran akan pentingnya kepatuhan aturan, guna menyiapkan generasi berintegritas yang siap mendukung perekonomian nasional. (ipo)




















