INDOPOSCO.ID – Hampir 80 juta warga Amerika Serikat di sepanjang Pantai Timur berada dalam status waspada menyusul gelombang dingin Arktik yang melanda kawasan tersebut pada akhir pekan ini, menjadi periode terdingin sepanjang musim dingin tahun ini.
Peringatan Dingin Ekstrem diberlakukan di sebagian besar wilayah Timur Laut dan Atlantik Tengah. Udara yang sangat dingin disertai angin kencang membuat suhu terasa jauh di bawah titik beku.
Dilaporkan oleh ABC News, suhu dingin akibat hembusan angin telah mencapai tingkat berbahaya sejak Sabtu pagi (7/2/2026), membentang dari kawasan Great Lakes hingga Carolina. Kondisi ekstrem tersebut diperkirakan bertahan hingga akhir pekan dan meningkatkan risiko paparan suhu dingin bagi masyarakat.
Salju di wilayah pesisir New England mulai mereda setelah sistem cuaca membawa hujan salju sangat lebat di sejumlah lokasi. Di beberapa jalur, intensitas salju tercatat mencapai sekitar 2,5 inci per jam.
Sebagian besar wilayah Timur Laut mencatat suhu di bawah minus 10 derajat Celsius. Angin kencang memperburuk kondisi dengan membuat suhu terasa turun hingga di bawah nol derajat di hampir seluruh kawasan tersebut.
Kota-kota besar seperti New York, Boston, dan Buffalo diperkirakan mengalami suhu terasa akibat angin hingga minus 10 derajat Celsius. Dalam kondisi tersebut, kulit yang terpapar berisiko mengalami radang dingin hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Di wilayah utara Negara Bagian New York dan bagian utara New England, suhu dingin akibat angin bahkan dapat mencapai kisaran minus 20 hingga minus 30 derajat Celsius.
Cuaca ekstrem ini diperkirakan mulai mereda pada awal pekan ini, Senin (9/2/2026), seiring melemahnya angin dan munculnya tren pemanasan bertahap di wilayah timur Amerika Serikat pada pekan depan. (dil)





















