INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan tujuh prioritas pembangunan pada tahun 2027 untuk menjawab tujuh isu strategis yang merupakan sintesa terhadap tantangan pada lingkup global, nasional maupun regional tahun 2025-2029.
Ketujuh isu strategis masuk ke dalam rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Pemprov DKI tahun 2027 antara lain kualitas modal manusia, perekonomian produktif dan kompetitif, kelayakan penghidupan masyarakat, hingga konektivitas kawasan dalam mendukung aktivitas masyarakat.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkomitmen untuk menjawab tujuh isu strategis tersebut dengan merumuskan tujuh prioritas pembangunan Provinsi DKI Jakarta di tahun 2027,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Uus lalu menyebutkan prioritas pembangunan 2027 DKI Jakarta yang pertama adalah peningkatan modal manusia yang unggul, transformatif dan berdaya saing.
“Ini berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, karakter warga Jakarta sebagai fondasi pembangunan agar mampu bersaing dalam menghadapi tantangan masa depan,” kata dia.
Kedua, penguatan ekonomi Jakarta yang kompetitif dan inovatif yang berbasis pada produktivitas dan daya tarik.
Hal ini, sambung Uus, dicapai melalui penguatan sektor usaha, pariwisata dan ekonomi kreatif serta peningkatan investasi riset dan inovasi untuk mendukung peran Jakarta dalam perekonomian nasional sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.
Ketiga, penciptaan penghidupan masyarakat yang layak dan mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya ini dicapai melalui penguatan kapasitas dan akses terhadap peningkatan sumber-sumber penghidupan yang layak dan berkelanjutan seperti kesempatan kerja, sistem perlindungan sosial dan ketahanan pangan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri.
Keempat, penguatan tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif dan responsif.
“Ini juga dilakukan dalam rangka untuk mencapai pemerintahan yang dinamis melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah serta penguatan pendanaan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” jelas Uus.
Kelima, peningkatan infrastruktur dan fasilitas kota yang andal dan prasarana layanan, dengan menitikberatkan pada pemenuhan dan peningkatan kualitas cakupan infrastruktur dasar serta fasilitas perkotaan dalam mendukung kehidupan masyarakat Jakarta.
Keenam, penciptaan ekosistem kota yang berkelanjutan dan berketahanan. Ini menjadi salah satu yang akan difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan hidup menuju Jakarta yang berkelanjutan dan berketahanan.
“Ini selaras dengan komitmen Jakarta menuju Jakarta Net Zero Emission di tahun 2050,” kata Uus.
Terakhir, yaitu penciptaan mobilitas dan aktivitas masyarakat yang berbasis transit yang menitikberatkan pada peningkatan infrastruktur transportasi dan jaringan utilitas dalam mendukung mobilitas dan aktivitas masyarakat Jakarta yang berbasis transit.
Uus kemudian meminta seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta agar menguatkan sinergi dan kinerjanya dalam mewujudkan pencapaian prioritas pembangunan kota Jakarta yang menjadi target yang sudah kita sepakati bersama.
Dia mengatakan, dalam merumuskan arah pembangunan Jakarta di tahun 2027, penting untuk mempertimbangkan kondisi aktual serta berbagai tantangan yang dihadapi ke depan.
Tantangan ini antara lain tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka serta indeks pembangunan manusia yang masih menunjukkan adanya kesenjangan antara wilayah kota/ kabupaten.
Karena itu, pendekatan pembangunan ke depan perlu berbasis kewilayahan dan berorientasi pada pemerintahan pembangunan. (ney)









