INDOPOSCO.ID – Memperingati Hari Kanker Sedunia 2026, MSD Indonesia bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) kembali menghadirkan pameran seni bertajuk “Understanding Cancer Through Art”. Digelar pada 4-8 Februari 2026 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta pameran ini mengajak masyarakat untuk #NgobrolinKanker melalui pendekatan yang lebih humanis, empatik, dan penuh harapan.
Lebih dari 64 karya seni hasil ekspresi penyintas kanker, keluarga, dan caregiver ditampilkan dalam pameran ini. Beragam medium seni menjadi ruang bagi para pejuang kanker untuk berbagi cerita, emosi, dan perjalanan hidup mereka mengingatkan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi juga pengalaman kemanusiaan.
Pameran ini dibuka secara resmi oleh Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM, yang hadir mewakili Menteri Kesehatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya upaya komprehensif dalam penanganan kanker, termasuk membangun empati dan solidaritas di tengah masyarakat.
“Kanker merupakan salah satu prioritas kesehatan nasional. Selain memperkuat deteksi dini dan skrining melalui National Cancer Control Plan, pendekatan yang humanis juga sangat dibutuhkan. Kolaborasi MSD dan YKI melalui pameran seni ini menjadi contoh baik dalam meningkatkan pemahaman publik,” ujarnya.
Ketua Umum YKI, Prof. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, menambahkan bahwa perjalanan melawan kanker sering kali diwarnai rasa takut, stigma, dan kesepian. “Melalui seni, para penyintas menemukan kembali suara dan harapan. Penyembuhan tidak hanya terjadi di ruang perawatan, tetapi juga di ruang empati dan dukungan,” jelasnya.
Mengusung tema “United by Unique No One Should Face Cancer Alone”, pameran ini dibagi ke dalam empat zona interaktif: Titik Awal Perjuangan, Bicara dan Dengarkan, Perspektif yang Berubah, serta Perjuangan Kolektif.
Keempat zona tersebut menggambarkan perjalanan emosional penyintas kanker, dari awal diagnosis hingga kekuatan yang tumbuh lewat kebersamaan.
Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan komitmen jangka panjang MSD dalam meningkatkan kesadaran publik tentang kanker. “Melalui #NgobrolinKanker, kami ingin membuka ruang percakapan yang aman, inklusif, dan penuh empati. Kanker hanyalah satu bab dalam kehidupan pasien, bukan keseluruhan cerita mereka,” ujarnya.
Figur publik sekaligus caregiver, Alika Islamadina, turut berbagi pengalamannya setelah mengunjungi pameran. “Setiap karya terasa sangat personal dan mengingatkan saya akan pentingnya dukungan keluarga. Saya berharap pameran ini mendorong lebih banyak orang untuk hadir dan mendukung para pejuang kanker,” katanya.
Selain pameran seni, rangkaian kegiatan ini juga dilengkapi dengan talk show edukatif dan seminar kesehatan Ngobrolin Kanker yang membahas berbagai jenis kanker serta mitos dan fakta seputarnya. (eva)










