INDOPOSCO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengungkapkan, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di ibu kota dengan kontribusi sebesar 23,22 persen, yang merujuk pada hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025.
Lapangan usaha lainnya yang juga berkontribusi besar pada penyerapan tenaga kerja yakni akomodasi makan minum yakni sebesar 13,29 persen, serta transportasi dan perhutangan sebesar 11,92 persen, kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Pola lapangan pekerjaan dalam menyerap tenaga kerja ini relatif masih sama dengan kondisi Agustus 2025. Pada bulan itu, sektor perdagangan menyerap tenaga kerja sebanyak 23,01 persen.
Sementara itu, selama periode Agustus-November 2025, tercatat peningkatan penyerapan tenaga kerja paling besar terjadi pada lapangan usaha akomodasi dan makan minum yang bertambah sekitar 38 ribu orang.
“Selain itu, lapangan usaha aktivitas keuangan dan asuransi serta perdagangan besar dan eceran ini juga mengalami peningkatan tenaga kerja yang cukup signifikan masing-masing sekitar 33 ribu orang dan 22 ribu orang,” kata Kadarmanto.
Di sisi lain, beberapa lapangan usaha mengalami penurunan jumlah tenaga kerja. Penurunan terbesar terjadi pada lapangan usaha aktivitas kesehatan dan kegiatan sosial kemudian industri pengelolaan serta informasi dan komunikasi.
Adapun jumlah penduduk yang bekerja pada November 2025 mencapai 5,18 juta orang atau meningkat sekitar 48,6 ribu orang dibandingkan Agustus tahun 2025. Angka ini lebih banyak dibandingkan jumlah angkatan kerja yang mencapai 5,53 juta orang.
Kondisi ini menciptakan jumlah penduduk yang menganggur sebanyak 349 ribu orang. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 18,63 ribu dibandingkan Agustus 2025. (ney)









