INDOPOSCO.ID – Capaian Provinsi Jawa Timur sebagai daerah dengan kinerja pelayanan publik terbaik nasional tahun 2025 bukanlah hasil kerja semalam. Skor 4,75 dari skala 5 yang dirilis Kementerian PANRB justru menegaskan satu hal: kualitas pelayanan lahir dari sistem yang dibangun secara konsisten, lintas sektor, dan berorientasi pada manusia.
Penilaian tersebut mencakup enam aspek utama pelayanan publik. Artinya, keberhasilan Jawa Timur tidak bertumpu pada satu kebijakan atau satu instansi, melainkan hasil orkestrasi panjang mulai dari perencanaan kebijakan, tata kelola birokrasi, hingga pelayanan langsung yang dirasakan masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa fondasi utama capaian ini adalah investasi serius pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui program Jatim Cerdas yang diperkuat dengan pendekatan Talent DNA ESQ.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) kabupaten/kota se-Jawa Timur masa bakti 2025–2030 di Dinas Pendidikan Jawa Timur.
“Pelayanan publik yang berkualitas lahir dari SDM yang tepat pada posisi yang tepat. Karena itu, Jatim Cerdas kami arahkan untuk memastikan setiap talenta tumbuh sesuai potensi terbaiknya,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Untuk memastikan setiap potensi berkembang secara presisi, Pemprov Jawa Timur menggandeng ESQ Corp melalui metode Talent DNA ESQ yang dipandu langsung oleh Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian. Metode ini memungkinkan pemetaan bakat dilakukan sejak dini, terukur, dan berkelanjutan.
Khofifah menilai pendekatan Talent DNA ESQ menjadi instrumen strategis karena mampu memetakan potensi anak di berbagai sektor krusial—mulai dari pertanian, kehutanan, peternakan, teknologi, desain, sosial, budaya, hingga sektor masa depan yang menopang pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Kita tidak ingin satu pun anak kehilangan potensi efektifnya. Dengan pemetaan Talent DNA, setiap anak memiliki harapan, arah, dan peluang untuk menguasai masa depannya,” tegasnya.
Lebih jauh, Khofifah optimistis penguatan Talent DNA ESQ akan menjadi fondasi jangka panjang bagi keberlanjutan kualitas pelayanan publik di Jawa Timur. Dengan jumlah penduduk yang besar, keragaman satuan pendidikan, serta ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi lumbung Talent DNA nasional.
Tak berhenti di sana, Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan SDM menghadapi era digital. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, sebanyak 2.600 tenaga pendidik se-Jawa Timur telah mengikuti pelatihan pengembangan talenta digital, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI).
“Jawa Timur Insya Allah juga siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Karena Jawa Timur adalah provinsi pertama yang menjadi mitra Komdigi,” jelas Khofifah.
Dengan pendekatan yang menempatkan talenta sebagai inti pembangunan, Jawa Timur tak sekadar mengejar skor pelayanan publik, melainkan membangun sistem yang memastikan kualitas tersebut berkelanjutan dan adaptif menghadapi tantangan masa depan. (her)










