INDOPOSCO.ID – Upaya memperkuat fondasi literasi nasional kembali mendapat perhatian serius pemerintah. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menerima audiensi Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz di Jakarta, Selasa (3/2/2026), untuk membahas arah baru penguatan kelembagaan Perpusnas di tengah agenda besar reformasi birokrasi nasional.
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antarlembaga, melainkan momentum strategis untuk menempatkan Perpustakaan Nasional sebagai aktor kunci dalam transformasi tata kelola pemerintahan berbasis pengetahuan dan literasi.
Rini menekankan bahwa penataan kelembagaan dan tata laksana harus menjadi pijakan utama transformasi birokrasi jangka panjang, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
“Sebagai langkah awal penataan kelembagaan supaya difokuskan pada penguatan kelembagaan yang tepat fungsi, peningkatan kualitas ASN dan peningkatan efektivitas layanan berbasis digital,” ujar Rini.
Arahan tersebut, lanjut Rini, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan tata kelola pemerintahan sebagai kunci ketahanan dan daya saing bangsa. Tanpa birokrasi yang solid dan terkoordinasi, negara akan kesulitan menjawab tantangan global yang kian kompleks.
Oleh karena itu, transformasi tata kelola diarahkan untuk melahirkan birokrasi yang adaptif, responsif, serta mampu memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga.
Dalam konteks ini, Perpustakaan Nasional dinilai memegang peran strategis, bukan hanya sebagai pengelola koleksi pengetahuan, tetapi juga sebagai penggerak budaya literasi dan pusat distribusi informasi yang inklusif.
“Penataan kelembagaan dan tata kelola harus dilakukan secara komprehensif agar sejalan dengan prinsip reformasi birokrasi, yaitu efisien, akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Melalui audiensi ini, Kementerian PANRB dan Perpustakaan Nasional menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat literasi nasional, menjamin mutu layanan perpustakaan, serta mendorong transformasi digital demi pemerataan akses pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat. (her)










