INDOPOSCO.ID – Menjelang bulan suci Ramadan, warga terdampak banjir yang masih mengungsi di halaman eks Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, kawasan Kreung Geukeuh, menerima bantuan kebutuhan pokok pada Senin (3/2/2026).
Penyaluran dilakukan oleh Tim Relawan Bea Cukai Lhokseumawe sebagai bagian dari upaya membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian sejak bencana banjir akhir November 2025 lalu.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, dan logistik dasar lainnya. Distribusi dilakukan langsung kepada para pengungsi dengan melibatkan relawan serta warga setempat agar penyaluran berlangsung tertib dan menjangkau kebutuhan prioritas di lokasi. Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan warga masih bertahan di area pengungsian dengan fasilitas darurat, sembari menunggu proses pemulihan lingkungan dan tempat tinggal yang belum sepenuhnya selesai.
Koordinator Tim Relawan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan kebutuhan warga yang masih menghadapi keterbatasan.
“Ini adalah wujud empati kami kepada saudara-saudara yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka selama berada di pengungsian, apalagi menjelang bulan puasa,” ujarnya di sela kegiatan.
Di lokasi pengungsian, sejumlah warga menyampaikan bahwa bantuan logistik sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan harian keluarga. Salah seorang pengungsi mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diterima di tengah kondisi yang masih belum sepenuhnya pulih.
“Kami berterima kasih. Bantuan ini sangat membantu, apalagi sebentar lagi masuk bulan Ramadhan,” katanya.
Kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil serta keterbatasan ekonomi keluarga menjadi tantangan tersendiri bagi para penyintas dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, dukungan logistik dasar dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan kebutuhan pangan selama masa transisi pemulihan.
Penyaluran bantuan berlangsung secara sederhana dengan fokus pada keselamatan dan kelancaran distribusi. Kehadiran relawan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga sekaligus memberi dukungan moral di tengah situasi yang masih penuh ketidakpastian. Upaya ini menjadi bagian dari rangkaian bantuan kemanusiaan yang terus dilakukan berbagai pihak agar proses pemulihan masyarakat terdampak banjir dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. (ipo)

















