INDOPOSCO.ID – Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ateng Sutisna, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumedang, Senin (2/2/2026). Kunjungan tersebut bertujuan menyerap aspirasi sekaligus memastikan kesiapan daerah menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Dalam pertemuan itu, Ateng didampingi jajaran FPKS DPRD Kabupaten Sumedang. Dialog bersama pihak BPS membahas berbagai isu teknis serta tantangan di lapangan yang berpotensi memengaruhi kualitas pelaksanaan sensus.
Ateng pun menyoroti dampak pemangkasan anggaran pemerintah dalam rangka efisiensi yang dinilai dapat berpengaruh pada mutu pendataan. Menurutnya, efisiensi tidak boleh mengorbankan kualitas data statistik yang menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.
“Salah satu aspirasi penting yang kami terima adalah berkurangnya jumlah tenaga surveyor. Idealnya, setiap desa membutuhkan minimal empat orang surveyor. Jika jumlah ini tidak terpenuhi, tentu akan berdampak pada kedalaman dan akurasi data,” ujar Ateng.
Selain itu, ia juga menyoroti potensi pengurangan pelatihan bagi tenaga surveyor. Selama ini, pelatihan dilakukan secara luring selama tiga hari guna memastikan kesiapan dan keseragaman pemahaman petugas di lapangan. Pengurangan durasi maupun perubahan metode pelatihan dinilai berisiko memengaruhi kualitas proses pengumpulan data.
Tak hanya itu, Ateng mengingatkan pentingnya sosialisasi sensus hingga ke tingkat desa sebelum pelaksanaan. Minimnya sosialisasi, menurutnya, dapat berdampak pada rendahnya partisipasi dan keterbukaan masyarakat saat pendataan berlangsung.
“Atas berbagai aspirasi tersebut, kami memandang bahwa sensus ekonomi tidak boleh dilaksanakan secara sekadar ekonomis. Jika dipaksakan, risikonya adalah kualitas data sensus yang rendah, padahal data ini sangat menentukan arah kebijakan ekonomi, investasi, dan pembangunan ke depan,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat Dapil Jawa Barat IX, Ateng menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi daerah agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tetap berjalan optimal serta menghasilkan data yang akurat, kredibel, dan bermanfaat bagi pembangunan nasional. (dil)










