INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira menyebut pengunduran diri massal petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai contoh terburuk di pasar modal sejak krisis moneter tahun 1998 silam. Langkah tersebut diambil menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28-29 Januari 2026.
Adapun petinggi OJK yang memutuskan mengundurkan diri yaitu, Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara.
“Preseden terburuk di pasar saham sejak krisis 98,” kata Bhima kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Sebelum para petinggi OJK mengundurkan diri, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman lebih dulu mengumumkan mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026) pagi.
Menurutnya, pengunduran diri secara bersamaan tersebut merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam era pemerintahan sebelumnya. Belum pernah dalam sejarah mundur Ketua OJK dan dewan komisioner OJK plus dirut BEI sekaligus. Ini sejarah,” ucap Bhima.
Ia mensinyalir ada tekanan dari pihak eksekutif di balik mundurnya Ketua OJK, terutama soal pergeseran porsi investasi jasa keuangan yang cukup drastis.
“Sepertinya ada tekanan dari eksekutif, dari Presiden terutama perubahan porsi besar-besaran asuransi dan jasa keuangan dalam investasi di saham,” ujar Bhima.
IHSG sempat anjlok 718,44 poin atau 8,00 persen ke level 8.261,78 pada perdagangan Rabu (28/1/2026) siang, yang bikin perdagangan dihentikan sementara.
Penurunan tajam itu dipicu aksi jual masif setelah adanya laporan terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks untuk saham Indonesia, yang menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan investor.
Kondisi serupa kembali terjadi pada 29 Januari, IHSG anjlok tajam pada awal perdagangan Kamis (29/1/2026). Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung merosot 474,70 poin atau setara 5,71 persen ke level 7.845,85. (dan)










