INDOPOSCO.ID – ENTREV (Enhancing Readiness for The Transition to Electric Vehicles in Indonesia) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender sebagai fondasi utama penguatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.
ENTREV yang merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia (Kementerian ESDM) dan UNDP (United Nations Development Programme) untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik ini menilai kesenjangan gender masih menjadi tantangan nyata di Indonesia. Berdasarkan Global Gender Gap Index 2024 yang dirilis World Economic Forum, Indonesia menempati peringkat ke-100 dari 146 negara. Ketimpangan ini tidak hanya terlihat dalam partisipasi ekonomi, tetapi juga dalam akses terhadap peluang, pengambilan keputusan, dan pemanfaatan hasil pembangunan.
Dalam konteks pengembangan ekosistem KBLBB, kesetaraan gender dipandang krusial agar perempuan dan kelompok rentan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak, inovator, dan pengambil kebijakan di sektor transportasi berkelanjutan.
Komitmen kesetaraan gender sebagai fondasi utama penguatan ekosistem KBLBB di Indonesia ini digelar di Jakarta pada Rabu (28/1/2026) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah, organisasi internasional, pelaku industri, hingga komunitas masyarakat, sebagai upaya memastikan bahwa transformasi menuju mobilitas rendah karbon berlangsung inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat setara bagi seluruh kelompok masyarakat.
National Project Coordinator Democratic Governance Cluster UNDP Indonesia, Agnes Gurning, yang turut hadir dalam kegiatan ini menekankan bahwa keterlibatan perempuan, termasuk di tingkat komunitas, merupakan fondasi penting bagi terciptanya ekosistem KBLBB yang inklusif dan berkelanjutan.
“Perempuan memiliki hak dan kapasitas yang setara untuk berpartisipasi serta mengoptimalkan potensinya dalam sektor Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Keterlibatan perempuan perlu diintegrasikan sejak tahap perencanaan hingga implementasi agar pengembangan ekosistem KBLBB tumbuh lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Agnes.
Sejalan dengan hal tersebut, ENTREV memandang kesetaraan gender bukan sekadar isu sosial, melainkan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Ekosistem KBLBB yang inklusif diyakini dapat memperkuat daya saing industri, memperluas basis talenta, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Pendekatan ini juga selaras dengan agenda nasional, termasuk Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029, serta komitmen Indonesia terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan aksi iklim global.
National Project Manager ENTREV, Nasrullah Salim, menegaskan bahwa perempuan perlu dilibatkan tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam ekosistem KBLBB.
“Perempuan tidak hanya sebagai pengguna, tetapi harus menjadi pelaku aktif dalam KBLBB. Keterlibatan yang setara menjadi kunci untuk memastikan transisi menuju mobilitas rendah emisi berjalan lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan,” jelas Nasrullah Salim, yang akrab disapa Eriell Salim.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, ENTREV berkomitmen terus mendorong pengembangan ekosistem KBLBB yang inklusif dan berkeadilan, dengan menempatkan kesetaraan gender sebagai bagian integral dari seluruh proses perencanaan hingga implementasi. Dengan demikian, percepatan mobilitas rendah emisi di Indonesia diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (dil)











