• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Harga Emas Melejit, Pakar Ingatkan Masyarakat Tak Terjebak FOMO

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 30 Januari 2026 - 11:04
in Ekonomi
Ilustrasi logam mulia. Foto: Istimewa

Ilustrasi logam mulia. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas terus melonjak tiap harinya hingga mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi. Namun, pakar ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Felisitas Defung mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak fenomena fear of missing out (FOMO) atau takut ketinggalan tren.

Menurut Defung, khususnya bagi investor pemula, keputusan membeli emas sebaiknya tidak hanya didorong oleh kenaikan harga jangka pendek. Ia menegaskan bahwa emas merupakan instrumen investasi jangka panjang, bukan sarana untuk mengejar keuntungan sesaat.

BacaJuga:

PTC Cetak Kinerja Solid Sepanjang 2025, Siap Akselerasi Roadmap “Driving Nine to Twentynine”

UMKM Binaan Pertamina Bersinar di Inabuyer 2026, Buyer Berebut Kerja Sama

Potensi Tekan Impor 75 Persen, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

“Bagi investor pemula perlu berhati-hati, jangan sampai hanya terpicu oleh harga yang sedang bagus. Investasi emas itu sifatnya jangka panjang,” ujar Defung di Samarinda, sebagaimana dilansir dari Antara, Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan pantauan pasar, harga emas saat ini berada di level tinggi. Produk emas Galeri24 tercatat dibanderol sekitar Rp3,26 juta per gram, sementara emas UBS telah menyentuh Rp3,27 juta per gram.

Defung menilai peningkatan minat terhadap emas, khususnya di kalangan generasi milenial dan Gen Z, dipengaruhi oleh derasnya arus informasi di media sosial yang secara masif menampilkan grafik kenaikan harga emas dari hari ke hari.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran platform investasi digital turut mempermudah masyarakat untuk membeli emas dengan nominal kecil, bahkan mulai dari Rp500 ribu, tanpa harus membeli emas fisik seberat satu gram.

Meski demikian, Defung mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap aplikasi investasi ilegal dan memastikan platform yang digunakan telah terdaftar secara resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Menurutnya, investasi emas digital cocok bagi generasi muda yang mengutamakan kepraktisan, sementara emas fisik masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang merasa lebih aman memegang aset secara langsung, meskipun memerlukan biaya tambahan untuk penyimpanan.

Ia juga menekankan pentingnya strategi dalam berinvestasi emas, termasuk menghindari pembelian saat harga berada di puncak, terlebih jika menggunakan dana pinjaman atau utang.

“Jangan memaksakan diri membeli emas saat harga tinggi, apalagi kalau modalnya dari pinjaman,” tegasnya.

Defung menambahkan, peningkatan literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur, tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mampu mengelola aset secara bijak demi kestabilan ekonomi jangka panjang. (dil)

Tags: ANTAMGaleri24harga emasinvestasilogam mulia

Berita Terkait.

PTC Cetak Kinerja Solid Sepanjang 2025, Siap Akselerasi Roadmap “Driving Nine to Twentynine”
Ekonomi

PTC Cetak Kinerja Solid Sepanjang 2025, Siap Akselerasi Roadmap “Driving Nine to Twentynine”

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:57
UMKM Binaan Pertamina Bersinar di Inabuyer 2026, Buyer Berebut Kerja Sama
Ekonomi

UMKM Binaan Pertamina Bersinar di Inabuyer 2026, Buyer Berebut Kerja Sama

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:02
dme
Ekonomi

Potensi Tekan Impor 75 Persen, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:25
debat
Ekonomi

Debat Caketum HIPMI: Anthony Leong Unggul dari Aspek Ethos, Logos dan Pathos

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:32
hemas
Ekonomi

Butuh Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa lewat Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:10
Akademisi Apresiasi Kinerja Prabowo hingga Rosan, Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Kerja
Ekonomi

Akademisi Apresiasi Kinerja Prabowo hingga Rosan, Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Kerja

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:03

BERITA POPULER

  • psim

    PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • HUT Ke-40, Patelki Tegaskan Peran ATLM sebagai Pilar Presisi Diagnostik

    657 shares
    Share 263 Tweet 164
  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3703 shares
    Share 1481 Tweet 926
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.