INDOPOSCO.ID – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat mencatat sebanyak 187 ton sampah sisa banjir menumpuk di sepanjang Jalan Inspeksi Kali Mookervart, Rawa Buaya, Cengkareng. Volume sampah yang masif tersebut dikumpulkan petugas pasca-surutnya genangan di wilayah tersebut.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Hariadi mengatakan, pengangkutan sampah sisa banjir itu dilakukan sejak Senin (26/1/2026) siang hingga malam hari.
“Total operasi penanganan pengangkut 187 ton sampah selama kurang lebih 8 jam,” kata Hariadi saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan evakuasi sampah dari permukiman warga. Setelah area warga bersih, barulah sampah-sampah yang terkumpul di pinggir kali diangkut secara massal menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
“Penanganan sampah di lingkungan warga pada Minggu (25/1/2026), dilanjutkan sterilisasi sampah di tempat sampah sementara Kali Mookervart pada Senin (26/1/2026),” jelas Hariadi.
Pihaknya telah mengerahkan total 49 unit armada kendaraan pengangkut sampah, yang terdiri dari truk berukuran besar hingga alat berat untuk mempercepat proses pengangkutan.
“Kekuatan armada total truk besar 10 unit, truk kecil 20 unit, mini dump 15 unit, shovel satu unit, road sweeper truck (truk penyapu jalan) satu unit, dan mobil pick up standar dua unit,” tutur Hariadi.
Sementara itu, penumpukan sampah di pinggir jalan inspeksi tersebut diklaimnya merupakan bagian dari upaya penanganan cepat pascabanjir.
“Kondisi kemarin memang strategi dalam penanganan sampah sebagai langkah cepat yang dilakukan Sudin LH untuk memastikan sterilisasi sampah dan kenyamanan di lokasi rumah warga,” imbuh Hariadi. (dan)










