INDOPOSCO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin membuka jalan bagi 50 lulusan SMK untuk terjun ke industri aluminium Rusia. Melalui kerja sama strategis dengan Rusal, pemerintah berkomitmen menggeser profil pekerja migran Indonesia menuju sektor industri dengan keahlian tinggi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kementerian dalam meningkatkan daya saing global tenaga kerja Indonesia melalui sinergi dengan perusahaan internasional.
“Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman Pekerja Migran dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi (middle to high skill),” kata Mukhtarudin saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, dan Mr. Alexey B. Mirskiy, perwakilan perusahaan industri kemitraan Strategis Rusal di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Mukhtarudin menyatakan, bahwa sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Kementerian yang baru dibentuk ini memiliki mandat untuk mengelola siklus kerja migran secara utuh, mulai dari vokasi, penempatan, hingga pemberdayaan.
“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan Rusia adalah mitra yang tepat untuk menyerap potensi tersebut,” jelas Mukhtarudin.
Perwakilan Rusal, Alexey Mirsky memaparkan rencana konkret untuk mengundang 50 lulusan SMK terbaik Indonesia guna mengikuti program pendidikan dan peningkatan keterampilan di Rusia.
Program itu mencakup 1 tahun pelatihan bahasa Rusia dan satu tahun pemantapan keahlian teknis pada lima bidang utama yakni konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik.
“Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun, di sektor welder misalnya jika mereka mencapai grade 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200.000 Rubel” jelas Alexei dalam kesempatan yang sama.
Program tersebut menggunakan skema sharing knowledge. Dari 50 peserta, 25 orang akan ditempatkan di Rusia, sementara 25 lainnya akan dipulangkan ke Indonesia untuk bekerja di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di tanah air, seperti rencana pembangunan fasilitas pengilangan. (dan)




















