INDOPOSCO.ID – Bea Cukai perkuat pengawasan terhadap barang berisiko melalui sinergi lintas instansi. Pada Januari 2026, penguatan koordinasi dilakukan di dua wilayah, yakni Bea Cukai Belawan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, serta Bea Cukai Palangkaraya dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menyampaikan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pengawasan yang semakin kompleks. Menurutnya, sinergi memungkinkan pengawasan dilakukan secara menyeluruh sejak di pintu masuk negara.
Di Sumatra Utara, Bea Cukai Belawan bersama BBPOM Medan memperkuat pengawasan obat dan makanan melalui koordinasi pendokumentasian kinerja pengawasan terpadu. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, di Kantor Bea Cukai Belawan ini bertujuan memastikan proses pengawasan berjalan efektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Koordinasi mencakup pengawasan pemasukan barang, pertukaran data dan informasi, serta evaluasi pelaksanaan pengawasan yang telah berjalan.
Budi menjelaskan bahwa sinergi ini memiliki peran strategis sebagai dasar evaluasi dan penguatan kebijakan pengawasan ke depan. Ia menegaskan bahwa Bea Cukai, sebagai community protector, tidak hanya berfokus pada penerimaan negara, tetapi juga bertanggung jawab melindungi masyarakat dari peredaran obat dan makanan ilegal atau tidak memenuhi standar.
“Sinergi dengan BPOM memastikan aspek kepabeanan dan keamanan produk dapat diawasi secara komprehensif,” jelasnya.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah, Bea Cukai Palangkaraya memperkuat sinergi dengan BNNP Kalimantan Tengah dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika. Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan pada Senin (19/01), yang memfokuskan pada tantangan pengawasan dan potensi penyelundupan narkotika melalui jalur kepabeanan dan lintas wilayah.
Menurut Budi, pengawasan narkotika membutuhkan sistem yang terintegrasi dan berlapis, mengingat modus penyelundupan yang terus berkembang. Oleh karena itu, Bea Cukai dan BNNP Kalimantan Tengah berkomitmen memperkuat koordinasi, kerja sama operasional, serta pertukaran informasi dalam pengawasan.
Melalui penguatan sinergi di Belawan dan Palangkaraya, Bea Cukai berharap pengawasan terhadap obat, makanan, dan narkotika dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Pengawasan yang kuat di hulu menjadi fondasi penting dalam melindungi masyarakat serta menjaga keamanan dan kesehatan publik. (ipo)




















