• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Tanah Ambles di Gunung Kidul, Guru Besar UGM: Fenomena Biasa di Kawasan Karst

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 20 Januari 2026 - 05:05
in Nusantara
ambles

Ilustrasi - Warga yang penasaran melihat dari dekat lubang sinkhole yang terbentuk di tengah ruas jalan raya jalan selingkar Wilis, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis(27/2/2025). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Geologi Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Wahyu Wilopo menyebut amblesan tanah di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul merupakan fenomena umum kawasan karst yang kerap muncul pada musim hujan.

“Amblesan yang terjadi di Gunungkidul itu sebenarnya masih dalam kategori sinkhole kecil dan bukan sesuatu yang mengejutkan, karena hampir setiap tahun, khususnya pada musim hujan, kejadian seperti ini sering terjadi di kawasan karst,” ujar Wahyu saat dihubungi di Yogyakarta, Senin.

BacaJuga:

Budidaya Maggot dan Pertanian Organik Antar Warga Gunungkidul Jadi Kampung Tangguh Iklim

Bea Cukai Perkuat Literasi Ekonomi Generasi Muda lewat Edukasi Kepabeanan dan Pajak

Gempa Bumi Hantam Wilayah Sangihe di Sulawesi Utara

Wahyu menjelaskan kawasan Gunungkidul didominasi batu gamping yang mudah mengalami pelarutan sehingga membentuk rongga bawah tanah.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat amblesan atau sinkhole lebih mudah terjadi, terutama di area dengan suplai air permukaan yang tinggi.

“Gunungkidul itu kan didominasi batu gamping yang mudah mengalami pelarutan. Amblesan sering ditemukan di daerah yang air permukaannya relatif banyak, misalnya di persawahan atau di sekitar rumah-rumah,” ujar dia.

Ia menyebut keberadaan septic tank di sekitar permukiman warga juga bisa memicu amblesan karena air limbah yang diresapkan ke tanah dapat mempercepat proses pelarutan batuan gamping.

Menurut Wahyu, amblesan di kawasan karst berpotensi merembet ke titik lain karena rongga bawah tanah bisa saling terhubung dan tidak hanya berada pada satu lapisan.

“Ada kemungkinan rongganya itu di bawah tidak hanya satu layer. Mungkin di bawahnya ada lagi, kita tidak tahu,” kata dia.

Seperti diketahui, amblesan tanah terjadi di dalam rumah warga di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DIY pada 7 Januari 2026.

Terkait rencana uji geolistrik yang akan dilakukan Pemerintah Daerah DIY, Wahyu menilai metode tersebut efektif untuk mengidentifikasi dimensi rongga bawah tanah, baik kedalaman maupun lebarnya.

Hasil uji geolistrik dapat memberikan gambaran awal kondisi bawah permukaan sebelum ditentukan penanganan lanjutan.

“Biasanya dari hasil uji geolistrik itu kita bisa mengestimasi lubangnya ada pada kedalaman berapa dan dimensinya seperti apa. Itu nanti akan terlihat dari anomali nilai resistivitasnya,” ujar Wahyu.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, menurut dia, dapat ditentukan apakah lokasi amblesan masih memungkinkan dilakukan rekayasa teknis atau justru perlu dilakukan pengosongan sementara.

Meski demikian, Wahyu menyarankan warga menghindari sementara lokasi amblesan hingga tersedia hasil kajian detail kondisi bawah tanah.

“Saran saya, sebisa mungkin mengalih dari situ karena jauh lebih aman, kecuali sudah dilakukan studi detail untuk mengetahui dimensinya seperti apa,” kata Wahyu.

Mengenai rencana pengurukan amblesan oleh warga di Girikarto, Wahyu Wilopo menilai langkah tersebut berisiko apabila dilakukan tanpa kajian menyeluruh kondisi bawah tanah.

“Kalau lubangnya besar, urukannya bisa lari ke mana-mana. Atau sudah diuruk, tapi ternyata itu jalur air, sehingga urukannya bisa terbawa dan runtuh lagi secara tiba-tiba,” ujar Wahyu. (bro)

Tags: Gunung KidulGuru Besar UGMKawasan KarstTanah Ambles

Berita Terkait.

Budidaya Maggot dan Pertanian Organik Antar Warga Gunungkidul Jadi Kampung Tangguh Iklim
Nusantara

Budidaya Maggot dan Pertanian Organik Antar Warga Gunungkidul Jadi Kampung Tangguh Iklim

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:17
Bea Cukai Perkuat Literasi Ekonomi Generasi Muda lewat Edukasi Kepabeanan dan Pajak
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Literasi Ekonomi Generasi Muda lewat Edukasi Kepabeanan dan Pajak

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:03
Gempa Bumi Hantam Wilayah Sangihe di Sulawesi Utara
Nusantara

Gempa Bumi Hantam Wilayah Sangihe di Sulawesi Utara

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:57
2 Tersangka Penipuan Investasi Dicokok, Korban Minta Fakta Dibuka Terang Benderang
Nusantara

2 Tersangka Penipuan Investasi Dicokok, Korban Minta Fakta Dibuka Terang Benderang

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:37
bc2
Nusantara

Sinergi Bea Cukai dan TNI Gagalkan Penyelundupan 21 Kilogram Sabu di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:04
gempa
Nusantara

6.458 Orang Terdampak Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah, Terbanyak dari Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:15

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7136 shares
    Share 2854 Tweet 1784
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG
Olahraga

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Editor Juni Armanto
Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42

INDOPOSCO.ID – Setelah sempat tersendat di laga pembuka, Swiss akhirnya menemukan ritmenya di laga kedua Piala Dunia 2026 pada Jumat...

SelengkapnyaDetails
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:47
Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:01
Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:23
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.