INDOPOSCO.ID – Pemerintah membidik peluang penempatan pekerja migran sektor profesional di Portugal. Menteri P2MI Mukhtarudin menyebut koordinasi dengan KBRI menjadi kunci krusial memastikan akses pasar kerja terbuka lebar dengan jaminan pelindungan maksimal.
Mukhtarudin berharap KBRI dapat memperketat verifikasi job order dan menghubungkan KP2MI dengan mitra strategis di The Navigators julukan negara Portugal.
“Tanpa peran KBRI, kami tidak bisa melakukan hubungan diplomatik atau menjalin kerja sama dengan user maupun agency di Portugal. Kami mohon dukungan KBRI untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang mendorong penempatan pada sektor profesional (middle dan high skill),” kata Mukhtarudin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Duta Besar RI untuk Portugal Susi Marleny Bachsin mengungkapkan bahwa minat terhadap pekerja Indonesia di Portugal sangat tinggi karena reputasi kedisiplinan dan kemudahan adaptasi.
Namun, ia menekankan pentingnya verifikasi dan sertifikasi kompetensi, termasuk penguasaan bahasa Inggris, agar pekerja Indonesia tidak kalah saing dan tidak dipulangkan secara prematur.
“Portugal banyak sekali peminat untuk pekerja kita, terutama di sektor perhotelan dan housekeeping. Namun, masalah serius ada pada sektor Anak Buah Kapal (ABK),” ujar Susi Marleny dalam kesempatan yang sama.
“Sekitar 70 persen dari 450 pekerja migran di Portugal bekerja sebagai ABK, dan banyak dari mereka menghadapi kendala akibat ulah agency nakal,” tambahnya.
Susi berharap KP2MI dapat mengambil peran lebih besar dalam mengontrol agency atau bahkan memiliki kanal perekrutan sendiri agar kondisi tinggal dan kerja pekerja migran khususnya ABK, lebih layak dan terkontrol secara resmi. (dan)




















