• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Percaya Diri Hadapi Masa Pensiun, Ini Kiat dari Bank DBS Indonesia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 19 Januari 2026 - 20:35
in Ekonomi
dbs

(Ki-ka) Head of Investment & Insurance Products, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Sulistyo, Lead Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto, dan Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika dalam acara peluncuran kampanye “Pensiun Gak Susah” di Jakarta, (19/1/2026). Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Fenomena masyarakat menua kini menjadi tantangan nyata di Asia, terutama Indonesia yang masih berada pada tahap awal dalam kesiapan pensiun, sementara perubahan demografi berlangsung semakin cepat. Menyikapi kondisi tersebut, Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation meluncurkan kampanye “Pensiun Gak Susah”, sebuah inisiatif yang bertujuan mendorong masyarakat merencanakan masa depan sejak dini agar dapat menikmati kehidupan yang berkualitas, sejahtera, dan bermakna di usia pensiun.

Persiapan ini semakin mendesak ketika melihat arah perubahan struktur demografis Indonesia dalam dua dekade ke depan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2035 lebih dari 14 persen penduduk diperkirakan berusia di atas 60 tahun, dan angka ini diproyeksikan meningkat menjadi 20 persen atau sekitar 63 juta jiwa pada 2045.

BacaJuga:

Hari Hak Konsumen Sedunia, Keamanan Produk di Indonesia Masih Menjadi Tantangan

Stok Pangan Aman, Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Hadapi Dampak Konflik Global

BNI Ajak Masyarakat Atur Keuangan di Ramadan Lewat Fitur “Growth Wondr”

Perubahan ini menunjukkan pergeseran struktur penduduk yang signifikan seiring dengan menyusutnya bonus demografi. Dalam konteks tersebut, kebutuhan akan ekosistem, kebijakan, dan infrastruktur yang memadai menjadi semakin penting untuk memastikan proses penuaan yang sehat, inklusif, dan tetap produktif. Dengan dukungan yang tepat, kelompok lanjut usia dapat terus berkontribusi secara optimal dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Sejalan dengan aspirasi ‘Best Bank for a Better World’, DBS Foundation secara konsisten menempatkan ageing society sebagai salah satu fokus utamanya. Pendekatan ini berangkat dari keyakinan bahwa peningkatan usia harapan hidup perlu diiringi dengan kualitas hidup yang baik, sehingga setiap individu dapat menjalani proses menua secara bermartabat, bermakna, dan berdaya

“Perubahan demografi yang terjadi hari ini menuntut pergeseran cara pandang dalam mempersiapkan masa depan. Pensiun tidak lagi bisa diposisikan sebagai fase akhir yang dipikirkan belakangan, melainkan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang perlu dirancang sejak dini dan disesuaikan dengan dinamika kehidupan. Sebagai purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia berkomitmen memberdayakan populasi menua, salah satunya melalui panduan dan wawasan menyeluruh untuk membantu masyarakat merencanakan pensiun secara holistik, agar setiap individu dapat menikmati hidup yang bermakna di setiap fase usia,” ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika.

Sebagai bagian dari kampanye ini, Bank DBS Indonesia menghadirkan Retirement Goal Calculator sebagai referensi awal bagi masyarakat untuk merencanakan kebutuhan pensiun secara lebih menyeluruh dan terarah. Kalkulator ini dirancang untuk membantu individu memahami gambaran kebutuhan finansial di masa depan, tidak hanya dari sisi kebutuhan dasar, tetapi juga gaya hidup yang ingin dipertahankan di usia pensiun.

Sejalan dengan misi ‘Live more, Bank less’, alat ini mencerminkan komitmen Bank DBS Indonesia dalam menyederhanakan berbagai aspek perbankan dan perencanaan keuangan yang kerap terasa kompleks, sehingga masyarakat dapat lebih fokus menikmati hidup serta mempersiapkan masa depan dengan lebih tenang dan percaya diri.

Sebagai ilustrasi, Reza saat ini berusia 30 tahun, berencana pensiun pada usia 55 tahun, dan memiliki harapan hidup hingga usia 71 tahun.

Dengan estimasi kebutuhan pensiun sekitar Rp 19.500.000 juta per bulan (dalam nilai hari ini) dan masa pensiun 16 tahun, maka Reza memerlukan dana sekitar Rp2.521.591.343 atau Rp19.666.667 per bulan. Estimasi ini memperhitungkan asumsi inflasi sebesar 3,1% serta imbal hasil investasi tahunan rata-rata 5,57%. Perhitungan ini sudah mencakup kebutuhan dasar (termasuk makanan, utilitas, dan belanja bulanan) serta kebutuhan lainnya (seperti belanja pakaian, olahraga, serta liburan).

Meski begitu, kesiapan pensiun tidak hanya ditentukan oleh dana. Bagi banyak orang, masa pensiun juga membawa perubahan besar dalam rutinitas, peran, dan rasa tujuan hidup. Tanpa perencanaan yang matang, transisi ini kerap terasa mengejutkan dan menantang. Karena itu, memahami kebutuhan dan ekspektasi sejak dini menjadi langkah penting agar masa pensiun dapat dijalani sebagai fase kehidupan yang tetap aktif, bermakna, dan produktif.

“Banyak orang menunda perencanaan pensiun karena menunggu momen yang dianggap ideal: penghasilan stabil, tanggungan berkurang, atau kondisi ekonomi membaik. Padahal, perencanaan pensiun tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kesinambungan. Baik dimulai di usia 20-an maupun 40-an, keputusan paling krusial adalah memulai sekarang dengan pendekatan yang relevan terhadap kondisi saat ini agar strategi yang dibangun tetap adaptif dan mampu bertumbuh seiring perubahan fase hidup. Salah satu strategi praktis yang bisa diterapkan adalah formula pos pengeluaran 10/20/30/40. Dari pendapatan bulanan, idealnya minimal 10% dialokasikan untuk menabung atau investasi, maksimal 20% untuk gaya hidup, maksimal 30% untuk cicilan, dan sisanya 40% untuk kebutuhan rutin sehari-hari,” ucap Founder & CEO, Lead Financial Trainer at QM Financial Ligwina Hananto.

Silver Economy di Titik Emas

Masa pensiun adalah fase hidup di mana ketenangan, keamanan, dan kualitas hidup menjadi prioritas. Perencanaan yang matang mengajarkan bahwa menumbuhkan dana saja tidak cukup, tetapi juga harus memerhatikan perlindungan yang memadai, seiring meningkatnya ketidakpastian dan tantangan kehidupan.

“Dengan menggabungkan investasi yang bijak dan proteksi melalui asuransi, nasabah dapat menjaga daya beli dan aset, memperoleh ketenangan pikiran, tetap mandiri, dan menikmati masa tua dengan percaya diri. Sebagai mitra tepercaya dalam manajemen kekayaan, Bank DBS Indonesia berkomitmen mendampingi nasabah di setiap fase kehidupan melalui solusi perbankan yang mendukung kesiapan pensiun,” ujar Head of Investment & Insurance Products, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Sulistyo.

Urgensi perencanaan pensiun yang menyeluruh ini juga tercermin dalam perubahan demografi global. Penemuan pada CIO Insights bertajuk “Ekonomi Umur Panjang” mengungkapkan bahwa harapan hidup manusia meningkat secara tajam dari sekitar 40 tahun pada 1900 menjadi lebih dari 74 tahun saat ini.

Lonjakan ini tidak hanya akan mendorong peningkatan pengeluaran untuk pengobatan penyakit terkait usia, tetapi juga memperkuat permintaan akan layanan kesehatan dan sistem pensiun yang lebih matang. Perubahan tren ini membuka peluang strategis untuk mengembangkan silver economy, yaitu aktivitas ekonomi yang fokus pada pemenuhan kebutuhan sekaligus pemberdayaan kelompok lansia.

Ekosistem ini mencakup berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, perumahan, dan transportasi, hingga teknologi dan gaya hidup, semuanya dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Kondisi ini menempatkan ekonomi lansia pada titik infleksi, didorong oleh kemajuan teknologi medis, aliran modal yang meningkat, serta tren penuaan populasi yang semakin nyata. Dengan potensi pasar bernilai triliunan dolar, ekonomi lansia ke depan menawarkan peluang investasi yang semakin relevan, strategis, dan menarik. (srv)

Tags: bankdbspensiun

Berita Terkait.

swalayan
Ekonomi

Hari Hak Konsumen Sedunia, Keamanan Produk di Indonesia Masih Menjadi Tantangan

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:11
Stok Pangan Aman, Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Hadapi Dampak Konflik Global
Ekonomi

Stok Pangan Aman, Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Hadapi Dampak Konflik Global

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:08
BNI Ajak Masyarakat Atur Keuangan di Ramadan Lewat Fitur “Growth Wondr”
Ekonomi

BNI Ajak Masyarakat Atur Keuangan di Ramadan Lewat Fitur “Growth Wondr”

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:51
BNI Dorong Nasabah Kelola Keuangan Ramadan Lewat Fitur Insight di “wondr”
Ekonomi

BNI Dorong Nasabah Kelola Keuangan Ramadan Lewat Fitur Insight di “wondr”

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:06
Ultimate10K Series Jadi Strategi bank bjb Perkuat Ekonomi Lokal dan Inklusi Keuangan
Ekonomi

Ultimate10K Series Jadi Strategi bank bjb Perkuat Ekonomi Lokal dan Inklusi Keuangan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:39
Geopolitik Timur Tengah Memanas, DPR Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Energi bagi Indonesia
Ekonomi

Geopolitik Timur Tengah Memanas, DPR Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Energi bagi Indonesia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:04

BERITA POPULER

  • osn

    Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • KPK Periksa ASN Bea Cukai dan Dua Pegawai Importir Terkait Kasus Suap Impor Barang KW

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Bangunan Cagar Budaya di Menteng Mendadak “Dilucuti”, Aktivitas Pembongkaran Tak Terlihat

    710 shares
    Share 284 Tweet 178
  • 8 Besar Piala FA: Chelsea Jumpa Tim Kejutan, City vs Liverpool Jadi Sorotan

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-14.56.53-2.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/Ketua-DKPP-RI-Ucapan-HUT-Indoposco-1.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/kpu-1.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.05.54.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.09.02.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.17.07.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.26.21-1.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.33.51.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.34.28.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.34.33.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.34.36.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.38.12.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.38.09.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-02-at-23.38.05.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/reelsvideo.io_1770980360242.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/ssstik.io_1770980454583.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/ssstik.io_1770980562250-1.mp4
https://indoposco.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Video-2026-02-15-at-14.35.24.mp4
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.