INDOPOSCO.ID – Sebanyak 10 kopel atau barak hunian sementara (huntara) bagi 50 kepala keluarga (KK) telah rampung dibangun.
Pernyataan tersebut diungkapkan Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kolonel (Purn) Agus Marsanto dalam keterangan, Minggu (18/1/2026). Ia menuturkan, Huntara tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Ia menjelaskan, huntara yang telah dibangun sejak 1 Januari tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk segera ditempati oleh masyarakat terdampak.
“Huntara di Desa Manyang Cut dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi,” ujarnya.
Menurutnya, setiap unit huntara dilengkapi dengan fasilitas pendukung kebutuhan dasar. Di antaranya jaringan listrik dari PLN dan air bersih berasal dari pembangunan sumur bor.
“Huntara ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat bencana,” katanya.
“Selain mendapatkan huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak yang tidak menempati huntara,” sambungnya.
Diketahui, secara teknis setiap unit huntara memiliki ukuran bangunan 3,6 meter x 4,8 meter, kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter serta teras berukuran 1,2 meter x 3,6 meter. Selain 10 barak yang telah rampung, terdapat rencana penambahan 13 barak untuk 65 KK dengan progres pembangunan saat ini sekitar 20 persen.
Selain di Desa Manyang Cut, proses pembangunan huntara juga berlangsung di beberapa lokasi lain di Kabupaten Pidie Jaya, yakni di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu sebanyak 10 kopel untuk 50KK.
Sedangkan di Kecamatan Meurah Dua, sebanyak 9 kopel untuk 45 KK tengah dibangun di Desa Geunteng dan 34 kopel untuk 170KK dalam proses pembangunan di Desa Meunasah Bie. (nas)








