INDOPOSCO.ID – Perkembangan Muaythai di Indonesia kian menarik perhatian dunia. Bukan hanya karena jumlah atlet dan kompetisinya yang terus bertambah, tetapi juga karena fondasi budaya bela diri yang dinilai kuat dan matang.
Penilaian itu datang langsung dari Vice-President of the World Muaythai Council (WMC) sekaligus General Secretary of International Federation of Muaythai Amateur (IFMA), Stephan Fox, saat melakukan kunjungan ke Indonesia dan bertemu dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).
Dalam pertemuan tersebut, Fox menyoroti posisi unik Indonesia sebagai negara yang memiliki tradisi panjang dalam seni bela diri.
“Indonesia adalah negara seni bela diri. Selain memiliki pencak silat sebagai kebanggaan nasional, Indonesia juga sangat kuat dalam tinju, dengan para petinju yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia dan federasi yang solid,” ujar Stephan Fox, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, Muaythai menemukan “rumah kedua” yang ideal di Indonesia. Kedekatan nilai budaya, disiplin latihan, hingga karakter atlet menjadi faktor yang mempercepat adaptasi dan popularitas olahraga asal Thailand itu di Tanah Air.
“Muaythai sendiri sangat populer di Indonesia. Ada kedekatan budaya antara dua negara asal—Indonesia dengan pencak silat dan Thailand dengan Muaythai. Federasi Muaythai Indonesia bekerja dengan sangat baik dan telah berpartisipasi dalam berbagai ajang seperti Asian Youth Games dan Islamic Games,” lanjutnya.
Rangkaian pencapaian tersebut dinilai Fox bukan sekadar prestasi jangka pendek, melainkan pondasi strategis menuju level dunia. Ia pun mengaku terkesan dengan sikap terbuka Indonesia terhadap kerja sama internasional serta keseriusan dalam membangun ekosistem olahraga.
“Selangkah demi selangkah, saya yakin Muaythai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Indonesia adalah bangsa dan negara pecinta olahraga,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Ia menegaskan bahwa Muaythai kini menjadi bagian penting dari lanskap olahraga bela diri nasional, berdampingan dengan pencak silat yang telah lebih dulu mengakar kuat.
“Indonesia adalah bangsa dengan tradisi seni bela diri yang kuat. Selain pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, Muaythai juga berkembang sangat baik dan menjadi cabang olahraga yang diminati generasi muda. NOC Indonesia berkomitmen mendukung federasi-federasi olahraga, termasuk Muaythai, agar terus bertumbuh secara profesional dan berprestasi di tingkat internasional,” ujar Okto -sapaan Raja Sapta Oktohari-.
Lebih lanjut, Okto menekankan bahwa pembangunan prestasi tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui sistem pembinaan jangka panjang yang terukur dan berkelanjutan.
“Prestasi dan pengakuan global tidak datang secara instan. Dibutuhkan konsistensi pembinaan, kompetisi berjenjang, serta dukungan lintas pemangku kepentingan. Kami optimistis Muaythai Indonesia berada di jalur yang tepat,” tutupnya.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Indonesia perlahan menata langkahnya. Tak lagi sekadar menjadi penonton, Muaythai Tanah Air kini mulai mengetuk pintu dunia, dengan keyakinan, kerja keras, dan tradisi bela diri yang telah mengalir dalam darah bangsanya. (her)









