• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Stasiun Kini Mewah, Pengamat: Tapi Harus Dibayar Mahal oleh Pelaku UMKM

Dilianto - Editor Dilianto -
Minggu, 11 Januari 2026 - 14:04
in Ekonomi
stasiun

Stasiun Kutoarjo menjadi sorotan FKBI setelah pelaku usaha kecil mengeluhkan tarif sewa tenant yang melonjak tajam. Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Transformasi layanan kereta api di Indonesia memang membawa wajah baru transportasi massal. Ketepatan waktu meningkat, stasiun tampil modern, dan standar pelayanan makin profesional.

Namun di balik kemajuan itu, muncul kritik bahwa transformasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) justru meninggalkan pelaku usaha kecil yang selama puluhan tahun hidup di kawasan stasiun.

BacaJuga:

Deadline Halal 2026 Kian Dekat, Industri Kosmetik dan Logistik Dipacu Berbenah

Bridgestone Indonesia Perkuat Hubungan Industrial Lewat PKB Baru, Arahkan Kolaborasi Lebih Transformatif

Menkop: KDKMP Jadi Instrumen Utama Mengubah Arah dan Kebijakan Ekonomi Berbasis Konstitusi

Pegiat perlindungan konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai manajemen PT KAI semakin mengedepankan pendekatan bisnis yang keras, terutama dalam pengelolaan properti stasiun.

“Saya mengakui kereta api sekarang jauh lebih baik. Tapi faktanya, transformasi ini dibayar mahal oleh UKM dan masyarakat kelas menengah ke bawah,” ujar Tulus melalui gawai, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, kebijakan sewa tenant di stasiun semakin tidak ramah bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Padahal, regulasi secara tegas mewajibkan infrastruktur publik menyediakan minimal 30 persen area komersial bagi UMKM.

“PT KAI boleh saja mengklaim sudah memenuhi kuota 30 persen. Tapi kalau tarif sewanya mahal, UMKM mana yang sanggup mengisi?” katanya.

Tulus menyebut fenomena ini bukan kasus terisolasi. Pola serupa juga terjadi di rest area jalan tol dan bandara yang dikelola BUMN, di mana ruang usaha kecil tersedia secara administratif, tetapi tak terjangkau secara ekonomi.

Kasus paling mencolok terjadi di Stasiun Kutoarjo, Jawa Tengah. Sejumlah penyewa lama yang telah berjualan selama lebih dari 30 tahun mengaku dikenai tarif sewa hingga Rp 89 juta per tahun.

“Yang kena itu warung nasi rames dan jajanan ringan. Mereka bukan restoran besar atau franchise. Ini jelas tidak adil,” ungkap Tulus.

Ia menilai kebijakan tersebut mencerminkan peminggiran sistematis terhadap pemodal kecil.

“Kalau begini caranya, ini bukan sekadar bisnis. Ini pengusiran pelaku usaha mikro dari ruang publik,” tegas eks Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu.

FKBI pun mendesak PT KAI merevisi kebijakan sewa tenant agar lebih adil dan sejalan dengan fungsi sosial infrastruktur publik. (her)

Tags: FKBIkereta apiPelaku UMKMPT KAItulus abadiUMKM

Berita Terkait.

AHH
Ekonomi

Deadline Halal 2026 Kian Dekat, Industri Kosmetik dan Logistik Dipacu Berbenah

Sabtu, 18 April 2026 - 01:28
Bridgestone
Ekonomi

Bridgestone Indonesia Perkuat Hubungan Industrial Lewat PKB Baru, Arahkan Kolaborasi Lebih Transformatif

Jumat, 17 April 2026 - 23:26
Menkop
Ekonomi

Menkop: KDKMP Jadi Instrumen Utama Mengubah Arah dan Kebijakan Ekonomi Berbasis Konstitusi

Jumat, 17 April 2026 - 23:16
Pencari-kerja
Ekonomi

Industri Kuat atau Sekadar Klaim? Pengamat Soroti Realita PHK dan Lesunya Lapangan Kerja

Jumat, 17 April 2026 - 21:04
Vianti-Maghdalena
Ekonomi

Pengusaha Perempuan Ini Sukses Bawa Bumbu Instan Tanpa MSG Tembus Pasar Ekspor Berkat LinkUMKM BRI

Jumat, 17 April 2026 - 20:03
Agen-BRILink
Ekonomi

Kisah BRILink Agen Perempuan di Palembang, Usaha Naik Kelas dan Layani Ribuan Transaksi Keuangan Masyarakat Tiap Bulan

Jumat, 17 April 2026 - 19:02

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    764 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.