• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

JPPI: Indonesia Butuh Generasi Kritis, Bukan Sekadar Kenyang

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 8 Januari 2026 - 23:03
in Nasional
Ilustrasi menu program makan bergizi gratis. Foto: Istimewa

Ilustrasi menu program makan bergizi gratis. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagal mendongkrak capaian akademik siswa. Hal itu merujuk pada data Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 justru menunjukkan penurunan skor matematika dan bahasa secara signifikan dibandingkan hasil UN 2019.

Menurut Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji, fakta tersebut membuktikan bahwa masalah pendidikan Indonesia bukan lapar, melainkan rusaknya sistem belajar.

BacaJuga:

Campak Masih Mematikan, DPR: Penurunan 95 Persen Itu Bukan Berarti Aman

Dukung Instruksi Presiden, KAI Inventarisasi Permukiman Warga di Jalur Rel 

Mendag: Perang Global Berkepanjangan Potensi Menekan Ekspor 

“Negara memberi makan tubuh siswa, tetapi membiarkan otak mereka tumbuh dalam sistem pembelajaran yang rapuh,” kata Ubaid dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Program MBG dinilainya melenceng dari visi menciptakan generasi cerdas dan berdaya saing. JPPI menekankan bahwa pemenuhan gizi seharusnya berjalan beriringan dengan penguatan nalar kritis siswa, bukan sekadar memastikan mereka kenyang.

“Indonesia tidak membutuhkan generasi yang sekadar kenyang, tetapi cerdas, kritis, dan berdaya saing. MBG, dalam bentuknya saat ini, justru menjauhkan kita dari tujuan itu,” ujar Ubaid.

Di samping itu, MBG dianggap merendahkan martabat profesi guru. Mengingat guru dibebani urusan non-pedagogis (logistik, distribusi, hingga pengawasan makanan) yang menggerus waktu mengajar dan mendampingi siswa.

Lebih ironis lagi, gaji karyawan MBG mencapai hingga 10 kali lipat gaji guru honorer, padahal mayoritas anggaran MBG bersumber dari anggaran pendidikan. “Dalam posisi ini menjadi jelas, bahwa guru dijadikan sapi perah agar proyek MBG tetap hidup,” kritik Ubaid.

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi kembali menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara serentak mulai hari ini. Pemerintah menargetkan jangkauan penerima manfaat melonjak menjadi 82,9 juta orang pada tahun 2026, yang mencakup anak sekolah (PAUD hingga SMA/SMK), balita, serta ibu hamil dan menyusui. (dan)

Tags: Generasi KritisJPPIMakan Bergizi GratismbgProgram MBGUbaid Matraji

Berita Terkait.

Campak Masih Mematikan, DPR: Penurunan 95 Persen Itu Bukan Berarti Aman
Nasional

Campak Masih Mematikan, DPR: Penurunan 95 Persen Itu Bukan Berarti Aman

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:16
Dukung Instruksi Presiden, KAI Inventarisasi Permukiman Warga di Jalur Rel 
Nasional

Dukung Instruksi Presiden, KAI Inventarisasi Permukiman Warga di Jalur Rel 

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:04
Mendag: Perang Global Berkepanjangan Potensi Menekan Ekspor 
Nasional

Mendag: Perang Global Berkepanjangan Potensi Menekan Ekspor 

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:31
Wapres
Nasional

Kunjungan Mendadak Gibran di PCNU Karanganyar, Bahas Haji hingga Geopolitik Global

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:29
Narkotika
Nasional

Bea Cukai – Polres Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 13 Kg Sabu di Pelabuhan Roro Air Putih

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:19
Kontainer
Nasional

Aturan Baru Resmi Berlaku 1 April 2026, Begini Mekanisme Pengelolaan Barang di Kawasan Pabean

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:28

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1222 shares
    Share 489 Tweet 306
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    734 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.