INDOPOSCO.ID – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta Polri mengusut kasus teror terhadap aktivis dan influencer, menyusul adanya kiriman bangkai ayam hingga serangan bom molotov pada penghujung tahun 2025 lalu.
“Iyalah, kita minta semua dilakukan investigasi ya,” kata Hadi usai Taklimat Awal Tahun Presiden RI di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Rabu (7/1/2026).
Ia menyatakan, aksi teror terhadap warga sipil tidak pernah diinginkan siapa pun. Pemerintah tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para pelaku teror.
“Ya, tentunya kita tidak menghendaki adanya yang begitu-begitu kan,” ucap Hadi.
Di samping itu, ia mengajak semua pihak untuk melihat masalah tersebut dari sisi positif, yakni sebagai upaya dalam mendewasakan diri sebagai satu bangsa.
“Tapi marilah kemudian kita menjadikan masalah itu kalau kami ya berpendapat bahwa itu bagian dari kita mendewasakan diri sebagai bangsa gitu ya,” jelas politikus Gerindra itu.
Alih-alih menginstruksikan tindakan tegas kepada aparat, ia justru menyoroti pentingnya penyampaian aspirasi secara santun dan benar.”
“Artinya kalau ada sesuatu ya mungkin disampaikan dengan baik ya. Tidak ada masalah juga,” imbuh Hadi.
Teror menimpa sejumlah pihak, yakni Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, dikirimi bangkai ayam pada Selasa (30/12/2025), serta influencer Ramond Dony Adam alias DJ Donny yang menerima kiriman serupa beserta serangan bom molotov pada 29–30 Desember 2025.
Selain itu, influencer Sherly Annavita mengalami vandalisme di mobil pribadi serta kiriman sekantung telur busuk ke tempat tinggalnya. Serangkaian teror itu diduga kuat terkait dengan kritik keras penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. (dan)










