INDOPOSCO.ID – Dampak banjir besar yang melanda wilayah Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, pada akhir November 2025 masih dirasakan oleh masyarakat hingga awal tahun ini. Sejumlah warga masih berupaya memulihkan aktivitas sehari-hari setelah banjir mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar dan merusak lingkungan permukiman.
Sebagai bagian dari upaya dukungan kemanusiaan pascabencana, Bea Cukai melalui program Bea Cukai Peduli menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak di wilayah Peureulak pada Minggu (4/1/2026). Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama proses pemulihan yang masih berlangsung.
Bantuan disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, didampingi jajaran Bea Cukai Langsa dan Bea Cukai Lhokseumawe. Kehadiran tim Bea Cukai di lokasi terdampak menjadi bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana banjir.
Banjir besar yang terjadi di wilayah Peureulak menyebabkan dampak signifikan terhadap kehidupan warga. Selain menggenangi permukiman, bencana tersebut turut menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Pascabencana, warga membutuhkan waktu dan dukungan untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari secara bertahap.
Melalui Tim Relawan Bea Cukai Peduli, bantuan berupa kebutuhan pokok dan bahan makanan disalurkan langsung kepada warga desa terdampak. Penyaluran dilakukan secara sederhana dan tertib, dengan pendekatan humanis agar bantuan dapat diterima secara tepat serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, menyampaikan bahwa dukungan pascabencana sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar dapat kembali bangkit.
“Dukungan pascabencana sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat kembali bangkit dan memulai kehidupan sehari-hari secara bertahap. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga serta menjadi penguat semangat bagi masyarakat Peureulak dalam proses pemulihan pascabanjir,” ujarnya.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan ruang bagi warga untuk fokus pada proses pemulihan lingkungan dan tempat tinggal. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Peureulak terus berupaya menata kembali kehidupan mereka, dengan harapan kondisi dapat berangsur pulih dan aktivitas sehari-hari kembali berjalan normal. (ipo)








