• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Analis: Konflik AS-Venezuela akan Tekan Pasar Keuangan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 5 Januari 2026 - 01:11
in Ekonomi
analis

Ilustrasi - Karyawan memotret layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU/pri.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis pasar modal sekaligus founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan sentimen global khususnya memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, akan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan pada awal tahun 2026.

“Isu penangkapan Presiden Venezuela (Nicolas Maduro) oleh otoritas AS meningkatkan ketegangan geopolitik dan langsung berdampak pada persepsi risiko global,” ujar Hendra kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

BacaJuga:

Pasar Domestik Kuat, Jalan UMKM Menuju Pasar Global Makin Terbuka

Semangat MengEMASkan Indonesia, Pegadaian Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol

GIIAS Surabaya 2026 Cetak Rekor, Pengunjung Melonjak Lebih dari 40 Persen

Hendra menjelaskan memanasnya hubungan AS dan Venezuela berpotensi meningkatkan aversi risiko investor di tingkat global dalam jangka pendek.

Ia mengatakan Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, sehingga setiap eskalasi konflik berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.

“Kondisi ini mendorong harga minyak bergerak volatile dan cenderung menguat dalam jangka pendek,” ujar Hendra.

Terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Ia memproyeksikan akan melemah terbatas untuk menguji area support di kisaran 8.642 hingga 8.672 pada perdagangan Senin (05/01).

“Area tersebut menjadi level krusial untuk mengukur kekuatan pasar, sementara resistance terdekat tetap berada di level puncak historis 8.777,” ujar Hendra.

Di sisi lain, menurut dia, situasi ini akan memberikan sentimen positif bagi saham-saham sektor energi dan komoditas.

Namun, tetap akan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap inflasi dan ketidakpastian global, sehingga mendorong sikap wait and see khususnya dari investor asing.

Selain faktor AS dan Venezuela, Ia menjelaskan pergerakan IHSG pada pekan depan juga akan dipengaruhi oleh ekspektasi arah kebijakan suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta dinamika arus dana asing di pasar emerging markets.

Dari dalam negeri, Ia menyebut pelaku pasar mencermati kesinambungan kebijakan ekonomi pemerintah yang pro-pasar, stabilitas makroekonomi, serta realisasi kinerja awal tahun emiten-emiten berkapitalisasi besar.

“Kombinasi sentimen global dan domestik ini membuat pergerakan IHSG cenderung fluktuatif, namun masih berada dalam fase konsolidasi yang sehat selama support utama mampu dipertahankan,” ujar Hendra.

Dalam konteks jangka menengah panjang, menurutnya, proyeksi IHSG menembus level 10.000 pada akhir 2026 memang terkesan ambisius, namun masih berada dalam koridor realistis apabila dikaitkan dengan fondasi pasar modal Indonesia.

“Awal 2026 pun dibuka dengan sentimen positif, tercermin dari penguatan IHSG lebih dari 1 persen pada hari perdagangan pertama dengan nilai transaksi yang besar, menandakan kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi nasional masih cukup solid,” ujar Hendra.

Namun demikian, untuk mencapai level psikologis 10.000, menurutnya, penguatan IHSG tetap membutuhkan dukungan fundamental yang berkelanjutan.

Selain itu, lanjutnya, pertumbuhan laba emiten, terutama saham-saham berkapitalisasi besar, akan menjadi motor utama indeks.

Kemudian, peluang kembalinya arus dana asing seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga global, stabilitas inflasi, nilai tukar rupiah yang terkendali, serta keberlanjutan IPO berkualitas akan memperkuat struktur pasar modal secara jangka panjang.

“Di tengah volatilitas jangka pendek akibat sentimen geopolitik, strategi yang lebih relevan adalah selektif dan memanfaatkan koreksi sebagai peluang trading maupun akumulasi terbatas,” ujar Hendra.

Secara keseluruhan, meskipun ketegangan global akibat konflik AS dan Venezuela berpotensi menekan IHSG dalam jangka pendek, namun struktur pasar domestik yang semakin matang dan prospek pertumbuhan laba emiten membuat outlook IHSG tetap konstruktif.

“Selama area support 8.642-8.672 mampu bertahan, peluang IHSG untuk kembali menguji level tertinggi sepanjang masa di 8.777 tetap terbuka,” ujar Hendra.

Data penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (02/01) sore, IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.127.022 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 51,14 miliar lembar saham senilai Rp22,26 triliun. Sebanyak 479 saham naik 200 saham menurun, dan 131 tidak bergerak nilainya. (bro)

Tags: AnalisKonflik AS-Venezuelapasar keuangan

Berita Terkait.

maman
Ekonomi

Pasar Domestik Kuat, Jalan UMKM Menuju Pasar Global Makin Terbuka

Selasa, 1 September 2026 - 20:02
ojol
Ekonomi

Semangat MengEMASkan Indonesia, Pegadaian Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol

Selasa, 1 September 2026 - 18:28
ban
Ekonomi

GIIAS Surabaya 2026 Cetak Rekor, Pengunjung Melonjak Lebih dari 40 Persen

Selasa, 1 September 2026 - 18:08
giias
Ekonomi

50 Tahun Mengaspal di Indonesia, Bridgestone Bidik Era Baru Mobilitas dan Kendaraan Listrik

Selasa, 1 September 2026 - 17:17
pdc
Ekonomi

Pemanfaatan AI Makin Luas, PDC Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko

Selasa, 1 September 2026 - 16:16
bankjakarta
Ekonomi

Bank Jakarta Kucurkan Pembiayaan Rp326 Miliar untuk 2.388 Pedagang Pasar

Selasa, 1 September 2026 - 14:31

OLAHRAGA

league
Olahraga

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Editor Dilianto
Rabu, 2 September 2026 - 04:04

INDOPOSCO.ID – Gemuruh Super League 2026/2027 tak hanya akan terdengar dari stadion. Musim baru kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia...

SelengkapnyaDetails
sty

Comeback ke Liga Indonesia, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan yang Membuatnya Bangga

Selasa, 1 September 2026 - 23:13
et

Momen STY-Erick Thohir Jabat Tangan di Launching Super League Jadi Sorotan

Selasa, 1 September 2026 - 22:02
Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:15
timnas

Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia: Garuda Muda Diminta Waspada

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.