INDOPOSCO.ID – Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono, menegaskan bahwa penanganan bencana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dilakukan dengan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
Dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (3/1/2026), Ivan menjelaskan bahwa pendekatan TSM tersebut merupakan arahan langsung Presiden, yang telah berulang kali disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna, rapat terbatas, serta setiap kali Presiden meninjau lokasi terdampak bencana.
“Presiden selalu menekankan agar tidak ada praktik wisata bencana. Setiap pejabat yang datang ke lokasi bencana harus membawa solusi nyata dan bantuan langsung bagi masyarakat,” ujar Ivan seperti dikutip ANTARA.
Ivan menjelaskan, gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang berakar dari disiplin militer membuatnya selalu turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam beberapa kunjungan terakhir ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, Presiden turut membawa menteri dan pejabat teknis terkait mulai dari Menteri PUPR, Panglima TNI, Kepala Staf TNI, Menteri ESDM, hingga Dirut PLN guna mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar.
“Latar belakang Presiden sebagai prajurit tempur membuat beliau terbiasa memimpin langsung, mengecek pelaksanaan perintah, dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat,” tambahnya.
Ivan menyebut, kehadiran Presiden di lokasi bencana juga memberi efek psikologis positif bagi warga.
“Bagi ibu-ibu dan anak-anak, kehadiran Presiden menjadi bentuk trauma healing. Ini bukan hanya soal koordinasi teknis, tapi juga kehadiran empatik dari negara,” ujarnya.
Penanganan bencana di era Presiden Prabowo, kata Ivan, menonjol dalam aspek koordinasi antarlembaga dan kecepatan respons lapangan.
Salah satu contohnya adalah pembangunan jembatan darurat oleh TNI yang rampung dalam waktu kurang dari satu minggu, jauh lebih cepat dari perkiraan awal.
Untuk memperkuat koordinasi lintas instansi, Presiden juga menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Jembatan di wilayah terdampak bencana.
Selain fokus pada infrastruktur, Presiden juga memprioritaskan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, perbaikan fasilitas publik dan infrastruktur air bersih, pemberian bantuan stimulan bagi warga terdampak, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, serta restrukturisasi kredit bagi korban bencana.
“Penanganan bencana ala Presiden Prabowo dilakukan secara terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan. TSM bukan sekadar istilah, tetapi cara kerja nyata agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” tegas Ivan. (dam)








