INDOPOSCO.ID – Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo mengingatkan umat Kristiani bahwa perayaan Natal merupakan momen penting memperkuat komitmen menebar kebaikan kepada sesama manusia. Pesan itu disampaikannya dalam khotbah Misa Pontifikal dalam rangka Hari Raya Natal di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (25/12/2025).
Awalnya ia mengutip sebuah ayat Alkitab, yaitu Titus 2:14. Kutipan yang dibagikan mengenai Yesus berbunyi: “Yesus telah menyerahkan dirinya untuk membebaskan dirinya dari segala kejahatan dan untuk mengkuduskan bagi dirinya suatu umat miliknya sendiri yang rajin berbuat baik”.
“Rajin berbuat baik, itu lah yang dapat kita lihat dan saksikan dalam berbagai sikap dan tindakan nyata,” kata Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (25/12/2025).
Sikap baik tersebut tecermin saat berbagai pihak bahu-membahu memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
“Ketika saudari-saudari kita mengalami bencana, seperti yang terjadi di beberapa daerah Tanah Air kita ini muncul lah berbagai macam gerakan bela rasa, yang dijalankan dengan tulus tanpa pamrih apapun,” jelasnya.
Di samping itu, tantangan hidup yang makin berat memicu lahirnya lembaga-lembaga kemanusiaan yang khusus merangkul mereka yang hidup sebatang kara dan terabaikan.
“Ketika semakin banyak saudara-saudara kita yang susah berkembanglah lembaga yang membantu saudari kita yang tidak mempunyai siapapun yang memperhatikan,” ujar Suharyo.
Oleh karena itu, melalui momentum Natal, seluruh umat terinspirasi untuk terus berinovasi dalam menebar kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain.
“Semoga dengan merayakan Natal ini, kita semua terdorong untuk makin rajin mencari jalan-jalan baru untuk berbuat baik,” imbuhnya.
Bencana banjir dan longsor menerjang tiga provinsi di Sumatera pada akhir November 2025. Peristiwa tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan ribuan rumah warga. Saat ini, pemerintah tengah melakukan upaya pemulihan pasca-bencana di wilayah-wilayah terdampak. (dan)











