INDOPOSCO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional dengan menjadikan SMESCO Indonesia sebagai pusat pertumbuhan UMKM dari seluruh penjuru Tanah Air. Bukan sekadar gedung atau etalase produk, SMESCO diposisikan sebagai “rumah besar” yang menghadirkan layanan terpadu, mulai dari pemasaran, kurasi produk, hingga fasilitasi akses pasar, demi melahirkan UMKM yang tangguh dan berdaya saing.
Sebagai Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM), SMESCO Indonesia berperan strategis menjembatani pelaku UMKM dengan peluang pasar yang lebih luas. Institusi ini dirancang untuk menjadi ruang akselerasi, tempat ide-ide lokal dipoles agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
Direktur Utama LLP-KUKM SMESCO Indonesia, Doddy Akmadsyah Matondang, menegaskan bahwa SMESCO merupakan satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kementerian UMKM. Fokus utamanya adalah mendorong peningkatan kualitas, nilai tambah, dan daya saing produk UMKM melalui promosi terarah serta pendampingan berkelanjutan.
“SMESCO hadir sebagai mitra profesional bagi ekosistem UMKM dengan mengembangkan potensi lokal. Peran ini diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam mendorong UMKM naik kelas,” ujar Doddy dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).
SMESCO Indonesia berdiri sejak 2007 di Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan. Lembaga ini menjadi pusat pemasaran produk unggulan UMKM dari seluruh provinsi di Indonesia, sekaligus menyediakan layanan pelatihan, konsultasi, dan fasilitasi legalitas bagi pengusaha UMKM.
Sampai dengan awal Desember 2025 tercatat SMESCO telah melayani 103.199 pengusaha UMKM. Sebanyak 2.397 usaha memasarkan produknya melalui Galeri Nusantara di Lantai 2 Gedung SMESCO Indonesia, dengan 1.823 UMKM di antaranya memperoleh akses perluasan pasar. Selain itu, SMESCO memfasilitasi 18 UMKM menembus pasar ekspor serta mendorong peningkatan volume usaha pada tujuh UMKM.
SMESCO juga berperan sebagai pusat konsultasi kewirausahaan bagi 3.973 UMKM serta memberikan pendampingan legalitas, antara lain penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat pendukung usaha lainnya kepada 1.268 UMKM. Program inkubasi bisnis pun telah diikuti oleh 519 UMKM.
“SMESCO menyediakan sarana dan prasarana yang bisa dimanfaatkan oleh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, asosiasi, serta mendukung penyelenggaraan puluhan kegiatan sepanjang 2025,” kata Doddy.
Di bidang pemasaran, SMESCO memberikan layanan berupa informasi pasar, penguatan jaringan distribusi produk, konsultasi, pelatihan manajerial dan teknik promosi, serta inkubasi pemasaran bagi UMKM. Seluruh layanan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan mitra swasta.
Ke depan, pada 2026, SMESCO menargetkan optimalisasi akses pemasaran melalui penguatan layanan logistik dan distribusi melalui berbagai jaringan ritel, branding, kurasi dan verifikasi produk, konsultasi, akses pembiayaan, pengembangan teknologi digital, serta fasilitasi ekspor, khususnya untuk produk furnitur dan komoditas unggulan.
SMESCO juga akan memperluas jangkauan layanan melalui pendirian SMESCO Hub yang terintegrasi dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT) di berbagai kota dan kabupaten.
“Harapan kami, SMESCO dapat semakin berkontribusi dalam meningkatkan volume usaha, nilai ekspor, serta memperluas kemitraan bagi para pengusaha UMKM di Indonesia,” tambahnya.
Pengusaha UMKM dapat mengakses berbagai fasilitas pendukung usaha SMESCO melalui Pusat Layanan UKM atau dengan datang langsung ke kantor SMESCO Indonesia di Pancoran, Jakarta Selatan. (her)












