• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Pantai Tlangoh, Bukti Perubahan Bisa Dimulai dari Pesisir Terpinggirkan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 23 Desember 2025 - 10:17
in Gaya Hidup
pantai-madura

Di balik keteduhan cemara laut dan deretan hexareef yang berjejer, Pantai Tlangoh menyimpan cerita perlawanan warga menghadapi abrasi dan masa lalu sebagai tempat pembuangan sampah. Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pantai tak selalu lahir sebagai destinasi. Sebagian justru memulai hidupnya sebagai tempat yang dilupakan, bahkan dibuang.

Begitulah nasib Pantai Pasir Putih Tlangoh yang ada di Desa Tlangoh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur bertahun-tahun silam. Garis pantai ini pernah menjadi titik akhir sampah rumah tangga warga pesisir. Setiap hari, limbah dibuang begitu saja, tanpa pengelolaan, tanpa rasa memiliki.

BacaJuga:

AQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra Nusantara

Daihatsu Makin Dekat dengan Masyarakat Jateng Lewat GIIAS Semarang 2026

Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Perubahan baru bergerak pada 2019. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) datang bukan dengan alat berat, melainkan dialog. Mereka duduk bersama kepala desa dan tokoh masyarakat, membicarakan satu gagasan sederhana namun berani, yakni menjadikan Pantai Tlangoh sebagai destinasi wisata.

Gagasan itu segera berhadapan dengan realitas. Sampah menjadi persoalan pertama. Kajian menunjukkan timbulan harian mencapai 14 kilogram (kg). Tanpa pantai bersih, pariwisata hanya akan tinggal wacana.

Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat lalu mengambil keputusan tegas. Pembuangan sampah di Pantai Pasir Putih Tlangoh dilarang. Aturan ini menjadi fondasi awal transformasi. Disiplin sosial didahulukan sebelum infrastruktur.

Namun masalah belum selesai. Tantangan terbesar justru datang dari laut. Hasil kajian bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencatat abrasi di Pantai Tlangoh mencapai tujuh meter per tahun, angka yang menggerus harapan sama cepatnya dengan pasir.

Di tengah keterbatasan, warga dan PHE WMO membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Mereka tak hanya diajak mengelola wisata, tapi juga memahami pentingnya menjaga pesisir. Dari sinilah perubahan mulai terasa sebagai gerakan kolektif.

Inovasi kemudian hadir dalam bentuk pemecah gelombang heksagonal atau hexareef. Struktur beton berukuran 1,5 meter itu dipasang untuk menahan laju abrasi. Program ini sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, sebelum dilanjutkan kembali dengan strategi yang diperbarui.

Empat tahun berjalan, dampaknya mulai terlihat. Abrasi memang belum berhenti, tetapi lajunya melambat—dari tujuh meter menjadi sekitar lima meter per tahun.

Sebanyak 395 unit hexareef telah dipasang. Perlindungan baru membentang sekitar 300 hingga 400 meter, jauh dari kebutuhan ideal dua kilometer. Meski belum sempurna, perubahan mulai terasa di darat.

Lapak-lapak kecil bermunculan di tepi pantai. Sekitar 40 pelaku UMKM kini menggantungkan hidup dari arus wisatawan. Pantai yang dulu identik dengan bau sampah perlahan menjelma menjadi ruang ekonomi warga.

Kepala Desa Tlangoh, Kudrotul Hidayat, mengingat betul masa lalu pesisir ini. Sejak menjabat pada 2016, ia melihat bagaimana wilayah tersebut nyaris tak bernilai apa pun selain sebagai tempat pembuangan.

“Dorongan untuk berubah datang dari kebutuhan nyata, menekan pengangguran dan kemiskinan tanpa harus mendorong warganya merantau,” kata Kudrotul ditemui INDOPOSCO di Pantai Tlangoh, Senin (22/12/2025).

Dengan dukungan PHE WMO, warga dan Pokdarwis mulai menata pantai. Hasilnya sempat terasa manis. Pada 2020, ketika banyak destinasi wisata tutup akibat pandemi, Pantai Tlangoh justru ramai dikunjungi. Desa ini nyaris bebas Covid-19. Orang-orang datang untuk berendam, menghirup udara laut, bahkan menganggapnya sebagai terapi alami.

“Kami sangat berterima kasih kpada PHE WMO membantu kami di sini dengan adanya wisata ini,” jelasnya.

Dalam sepekan akhir, jumlah pengunjung bisa menembus dua ribu orang. Nama Tlangoh menyebar dari mulut ke mulut. Namun euforia itu tak berlangsung lama. Pembatasan mobilitas kembali membatasi arus wisata. Abrasi pun kembali menunjukkan dampaknya.

Pada bulan-bulan tertentu, air laut naik bersamaan dengan aliran air dari perbukitan sekitar. Drainase yang sempit membuat air bertemu di tengah kawasan pantai, menciptakan genangan luas dan memperparah abrasi. Meski belum cukup signifikan, lanjut Kudrotul, keberadaan Hexareef dianggap sangat membantu warga di Tlangoh.

“Terus terang adanya Hexareef agak mengurangi adanya abrasi,” tambahnya.

Pantai Tlangoh hari ini masih berjuang. Ia belum sepenuhnya aman dari abrasi, belum sepenuhnya mapan sebagai destinasi. Namun satu hal telah berubah: pantai yang dulu dibuang kini diperjuangkan, dan di sanalah harapan terus dibangun, satu gelombang demi satu gelombang.

Sebelumnya, Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bidang pengembangan Pantai Pasir Putih Tlangoh, Zainudin, menuturkan bahwa pantai ini sebelumnya termasuk kawasan yang rawan abrasi.

Kondisi tersebut sempat menjadi kekhawatiran masyarakat sebelum akhirnya terjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), operator blok migas lepas pantai Madura.

“Salah satunya Pantai Pasir Putih Tlangoh ini termasuk pantai yang abrasi. Akhirnya dengan adanya MoU dengan PHE WMO, kami sepakat dan langsung ada motivasi untuk membuka wisata ini,” ujar Zainudin dalam kegiatan SKK Migas kunjungan lapangan media-PHE WMO, Senin (22/12/2025).

Motivasi tersebut semakin kuat setelah adanya bantuan teknologi Hexareef, struktur ramah lingkungan yang berfungsi mengurangi dampak abrasi pantai.

“Dengan bantuan seperti Hexareef ini, abrasi bisa dikurangi. Itu yang membuat kami berani membuka dan mengembangkan tempat wisata ini,” tutupnya. (her)

Tags: ITSKabupaten BangkalanPantai Tlangoh

Berita Terkait.

dbl
Gaya Hidup

AQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra Nusantara

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 04:40
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit
Gaya Hidup

Daihatsu Makin Dekat dengan Masyarakat Jateng Lewat GIIAS Semarang 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:05
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit
Gaya Hidup

Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01
Sokong Indonesia ASRI, Mendagri dan Menteri PKP Geber 2.200 Rumah di Papua Hingga Gerakan Gentengisasi ​
Gaya Hidup

Anti Ribet Patungan Makan dan Ngopi, ShopeePay Luncurkan Fitur Split Bill Real-Time

Rabu, 30 September 2026 - 11:02
Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!
Gaya Hidup

Festival Generasi Cerdas 2026: Wadah Apresiasi Inovasi Guru dan Siswa Binaan

Rabu, 30 September 2026 - 09:31
Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
Gaya Hidup

GAGA Bawa Teh Melati Indonesia Naik Kelas Lewat JAWARA Tea Series

Rabu, 30 September 2026 - 02:14

OLAHRAGA

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Olahraga

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Editor Laurens Dami
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID — Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker menyamai catatan legenda Timnas Indonesia Iswadi Idris setelah mencetak lima gol ke gawang...

SelengkapnyaDetails
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3924 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.