• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Akselerasi PTKI Menuju Kelas Dunia: Capaian Tahun 2025 dan Rencana Strategis 2026

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 18 Desember 2025 - 21:11
in Nasional
1

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah arus globalisasi pendidikan tinggi dan meningkatnya kualitas sumber daya manusia, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI menegaskan posisinya sebagai lokomotif transformasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Tahun 2025 menjadi fase penting, ketika berbagai kebijakan strategis tidak hanya mencatatkan capaian angka, melainkan juga meneguhkan arah besar distingsi PTKI sebagai pusat perkembangan ilmu keagamaan Islam yang moderat, inlusif, dan berdaya saing global.

BacaJuga:

Ibadah GKPI Dibubarkan, DPD RI Minta Kemenag Perkuat Toleransi

Wajib Halal Oktober di Depan Mata, BPJPH Klaim Dukungan dari 80 Negara

DPD RI, BRIN dan ICMI Siap Susun RUU Kecerdasan Artifisial

Dengan realisasi anggaran mencapai 99,99 persen, Diktis menyajikan kinerja pengelolaan program yang efektif dan terukur, sebagaimana capaian tersebut sekaligus menjadi fondasi kuat guna melangkah maju menuju akselerasi 2026 mendatang.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag ditemui media menegaskan, penguatan PTKI merupakan bagian yang tak dapat dipisahakan dari agenda pembangunan Sumber Daya Manusia bagi bangsa dan negara.

‘’PTKI tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga berperan strategis dalam membentuk karakter, meneguhkan moderasi beragama, serta menumbuhkan kepekaan sosial. Dari kampus-kampus PTKI, nilai Islam rahmatan lil’alamin hadir sebagai kontribusi nyata bagi peradaban dunia,’’ tutur Prof Suyitno di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Mutu Kelembagaan Kian Menguat

Sepanjang 2025, peningkatan mutu kelembagaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menunjukkan hasil yang signifikan. Hingga akhir tahun ini, tercatat 35 PTKIN meraih Akreditasi Unggul, dengan capaian penambahan 8 PTKIN unggul dalam satu tahun terakhir.

Capaian ini menandai penguatan tata kelola, sistem penjaminan mutu internal, serta konsistensi PTKI dalam memenuhi standar nasional dan internasional.

2
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Foto: Istimewa

Direktur Pendidikan Tinggi keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A menegaskan, Akreditasi Unggul harus dimaknai sebagai proses berkelanjutan.

‘’Status Unggul bukan titik akhir. Ia adalah pintu masuk menuju penguatan mutu yang lebih substansial, terutama dalam riset, inovasi, dan layanan akademik yang relevan dengan kebutuhan Masyarakat,” ujar Prof Sahiron.

Capaian ini seiring dengan pengakuan global terhadap PTKIN yang semakin nyata, 4 PTKIN berhasil masuk QS Asia University Ranking 2026, dipimpin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada peringkat 801-850, disusul UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada peringkat 1001-1100, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada peringkat 1301-1400, dan keempat UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada peringkat 1401-1500.

3

Pengakuan global terhadap PTKIN pun kian nyata, menempatkan PTKIN dalam peta pendidikan tinggi Asia.

Hal ini diperkuat pada tataran akademik, dimana hingga 2025 tercatat 104 program studi PTKI telah mengantongi akreditasi internasional, memperkuat reputasi dan kepercayaan dunia terhadap kualitas pendidikan PTKI.

Transformasi Institusi dan Perluasan Akses
Penguatan mutu Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam ini seiring dengan transformasi kelembagaan.

Sepanjang 2025, Diktis mencatat alih bentuk 10 PTKIN, serta menerbitkan 73 Keputusan Menteri Agama (KMA) terkait pendirian dan alih bentuk PTKIS.

Transformasi ini mencakup pendiran perguruan tinggi baru hingga perubahan bentuk sekolah tinggi menjadi institut, serta institut menjadi universitas.

4

Langkah tersebut dipandang sebagai strategi memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan Islam yang lebih adaptif, multidisipliner, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta dinamika keilmuan kontemporer.

Investasi Infrastruktur sebagai Penopang Mutu
Sejak 2015 hingga 2025, Diktis telah mengelola alokasi dana yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp. 11.41 Triliun guna mendukung 229 proyek Pembangunan PTKIN di berbagai daerah, investasi ini diarahkan pada pembangunan dan revitalisasi sarana prasarana pendidikan.

5

Pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik kampus, melainkan juga memperkuat ekosistem akademik yang modern, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan melalui konsep standarisasi sarana prasarana dan green campus.

Perluasan Akses Pendidikan Tinggi dan Skill Mahasiswa

Komitmen terhadap keadilan akses pendidikan tercermin melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Pada 2025, total anggaran KIP-K mencapai Rp 1,291 triliun, dengan penerima manfaat sebanyak 29.037 mahasiswa PTKIN dan 117.373 mahasiswa PTKIS.

Selain akses, penguatan kompetensi mahasiswa juga menjadi perhatian. Melalui program Prima Magang PTKI, sebanyak 619 mahasiswa dari 67 PTKI memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja, sebagai bekal menghadapi persaingan pasar tenaga kerja.

6

Minat studi ke pusat-pusat keilmuan Islam dunia pun tetap tinggi. Pada seleksi Studi Al-Azhar 2025, sebanyak 1.243 peserta dinyatakan lulus dari 2.800 pendaftar.

Sementara itu, pada program Maroko, 75 peserta lulus dari 1.233 pendaftar. SDM Akademik dan Produktivitas Riset Penguatan institusi PTKI ditopang oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Hingga 2025, 33.233 dosen Kementerian Agama telah tersertifikasi dari total 49.464 dosen. Jumlah Guru Besar PTKI juga terus meningkat dan kini mencapai 1.810 orang.

Seiring dengan itu, produktivitas riset dan publikasi ilmiah PTKI menunjukkan tren positif.

Saat ini tercatat 1.726 jurnal PTKI terindeks, dengan 50 jurnal PTKIN dan tiga jurnal PTKIS telah terindeks Scopus. Hingga 2025, PTKIN juga mencatat 28 paten, menandai meningkatnya inovasi dan hilirisasi riset.

Digitalisasi Layanan dan Reformasi Tata Kelola
Transformasi tata kelola menjadi agenda penting Ditis. Melalui SILADIKTIS yang terintegrasi dengan PUSAKA Super App, seluruh layanan PTKI kini berbasis satu pintu dan satu data.

Layanan ini mencakup pembukaan program studi, sertifikasi dosen, kenaikan jabatan fungsional, hingga kerja sama internasional.

Prof. Sahiron menegaskan bahwa digitalisasi merupakan fondasi reformasi birokrasi pendidikan tinggi keagamaan.

“Kami ingin menghadirkan layanan yang sederhana, transparan, dan akuntabel. Teknologi harus mempermudah sivitas akademika, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.

Pada 2025, Ditis juga mengembangkan platform e-SMS PTKI sebagai sistem pengawasan mutu dan early warning system kesehatan institusi.

Sementara layanan SIPIKO telah menerbitkan 4.205 SK penyetaraan ijazah dan konversi nilai lulusan luar negeri sejak Agustus 2024 hingga Juni 2025.

Moderasi Beragama sebagai Pilar

Di tengah keberagaman Indonesia, PTKI diposisikan sebagai ruang strategis penguatan moderasi beragama.

Melalui program AKMINAS, Ditis menghadirkan forum kolaboratif lintas iman dan lintas kampus untuk menumbuhkan kepemimpinan, toleransi, dan semangat kebangsaan.

“AKMINAS menunjukkan bahwa kampus keagamaan dapat menjadi ruang dialog, persatuan, dan pembelajaran bersama dalam keberagaman,” kata Prof. Sahiron.

Agenda 2026: Akselerasi dan Internasionalisasi
Menyongsong 2026, Diktis kian memantapkan delapan program prioritas atau Asta Protas Diktis, yang mencakup internasionalisasi PTKI, peningkatan akreditasi unggul, penguatan employability lulusan, digitalisasi layanan, penguatan riset dan inovasi, penguatan pendidikan vokasi, standarisasi sarana prasarana, serta penguatan PTKIS.

Dengan postur anggaran 2026 sebesar Rp 6,649 triliun, Ditis menargetkan penambahan 10 PTKIN Unggul, perluasan program joint degree, double degree, dan fast track dengan mitra internasional seperti Al-Azhar, Yordania, Jerman, SOAS, dan Edinburgh, serta penguatan Career Development Center melalui kemitraan dengan sekitar 200 perusahaan nasional dan multinasional.

Menutup paparan capaian
dan rencana strategis tersebut, Prof. Sahiron menyampaikan optimisme. “Capaian 2025 adalah pijakan penting. Tahun 2026 kami arahkan sebagai momentum akselerasi agar PTKI semakin kompetitif secara global, tanpa kehilangan jati diri keislaman dan kebangsaan,” ujarnya.

Dengan fondasi yang kian kokoh, PTKI Indonesia terus bergerak maju. Dari penguatan mutu hingga internasionalisasi, dari reformasi layanan hingga moderasi beragama, PTKI bersiap melangkah lebih jauh, mengukuhkan diri sebagai kampus keunggulan dari Indonesia untuk dunia. (adv)

Tags: Diktiskemenagptki

Berita Terkait.

filep
Nasional

Ibadah GKPI Dibubarkan, DPD RI Minta Kemenag Perkuat Toleransi

Selasa, 22 September 2026 - 07:07
haikal
Nasional

Wajib Halal Oktober di Depan Mata, BPJPH Klaim Dukungan dari 80 Negara

Selasa, 22 September 2026 - 00:30
dpd
Nasional

DPD RI, BRIN dan ICMI Siap Susun RUU Kecerdasan Artifisial

Senin, 21 September 2026 - 23:23
bpkh
Nasional

Kelola Dana Haji Rp184 Triliun, BPKH Utamakan Keamanan

Senin, 21 September 2026 - 22:02
fatwa
Nasional

MUI: Tak Ada Lagi Keraguan, Wajib Halal Oktober 2026 Siap Dilaksanakan

Senin, 21 September 2026 - 21:50
pelajar
Nasional

Densus 88 Dukung Aturan Kemenag Batasi Penggunaan Gawai Siswa, Singgung Kasus SMAN 72

Senin, 21 September 2026 - 21:11

OLAHRAGA

ole
Olahraga

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Dilianto
Senin, 21 September 2026 - 20:12

INDOPOSCO.ID - Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny dan penjaga gawang Maarten Paes sudah berada di Jakarta pada Senin (21/9/2026). Kehadiran...

SelengkapnyaDetails
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.